14 April 2021

Luncurkan Aplikasi Propam Presisi, Adies Kadir Sebut Polri Di Bawah Listyo Sigit Prabowo Membanggakan

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir menilai Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini sangat membanggakan. Terbukti dengan banyaknya terobosan-terobosan yang sudah dilakukan.

Belum lama ini Kapolri Listyo Sigit meluncurkan aplikasi "Propam Presisi" yang melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota polisi.

Kehadiran aplikasi Propam Presisi ini diharapkan agar kerja polisi dapat diawasi tidak hanya secara internal, tetapi juga secara eksternal. Kapolri sendiri menyatakan Polri saat ini memasuki era keterbukaan.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Minta Kemenaker Wajibkan Perusahaan Bayar THR Para Pekerja Sesuai Aturan

“Di era keterbukaan seperti saat ini, diperlukan transparansi dari setiap lembaga baik eksekutif maupun legislatif, seperti yang dilakukan oleh Propam Polri. Misalnya, dengan meluncurkan program aplikasi Propam Presisi sebagai bentuk implementasi pengaduan masyarakat terkait kinerja-kinerja aparat kepolisian dengan merespon lebih cepat,” ungkap Adies Kadir, Rabu (14/4/2021) kepada media.

Propam selama ini adalah salah satu struktur organisasi di Polri yang bertanggung-jawab kepada masalah pembinaan profesi dan pengamanan di lingkungan internal organisasi Polri. Propam Polri juga dikenal sebagai salah satu unsur pelaksana staf khusus Polri di tingkat Markas Besar yang berada di bawah Kapolri.

Salah satu tugas Propam adalah membina dan menyelenggarakan fungsi pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal. Ini termasuk penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri dan pelayanan pengaduan masyarakat tentang adanya penyimpangan tindakan anggota/PNS Polri.

Baca Juga: Alex Noerdin Apresiasi Dukungan Pindad Kembangkan Industri Nasional Sektor ESDM dan Riset-Inovasi

Adies Kadir juga berpendapat, Divisi Propam Polri, senantiasa diharapkan untuk terus dapat menjalankan Fungsi Provos dalam penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri.

Untuk itu diperlukan ketegasan dalam melaksanakan tugasnya. Termasuk menindak aparat kepolisian yang dianggap melanggar aturan. “Divisi Propam harus berani menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan pelanggaran,” ucap Adies Kadir yang juga Ketua Umum MKGR.

Terkait dengan pernyataan Kepala Divisi Propam Mabes Polri, Irjen Fredy Sambo, yang secara terbuka meminta maaf kepada Kapolri, Adies menilai sebagai hal yang wajar. Hal itu adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban kepada atasan.

Baca Juga: Sejahterakan Masyarakat, Adam Rusydi Ajak Semua Kader Golkar Sidoarjo Beli Beras Dari Petani

Diberitakan sebelumnya, Irjen Fredy Sambo mengakui selama ini masih ada peningkatan secara kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan kegiatan pelanggaran anggota. Dari data Propam Polri, pada 2020 tercatat ada 3.304 pelanggaran disiplin, 2.081 pelanggaran KEPP, dan 1.024 pelanggaran pidana.

“Meminta maaf apabila memang terjadi kesalahan yang dilakukan oleh aparat kepolisian adalah hal yang wajar. Hal-hal baru seperti ini yang membuat Divisi Propam Polri di bawah saudara Irjen Fredy Sambo sangat membanggakan. Semoga ini bisa membuat Polri lebih baik lagi dan betul-betul menjadi pengayom masyarakat keseluruhan,” ungkap Adies Kadir. {tribunnews}

fokus berita : #Adies Kadir #Listyo Sigit Prabowo