19 April 2021

Ada Oknum Prajurit TNI Membelot ke OPM, Bobby Rizaldi: Kejar dan Tangkap!

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Bobby Adityo Rizaldi menyayangkan prajurit TNI Pratu Lucky Y Matuan atau Lukius membelot bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Menurut dia, Pratu Lukius Matuan seharusnya mampu memahami bahwa tugasnya adalah melindungi masyarakat sipil di Papua. Apalagi dalam kurun waktu Januari ini hampir 13 kejadian adanya tindakan kekerasan dan kekejaman dari KKB tersebut. Oleh karena itu, Bobby meminta pemerintah dan TNI segera menangkap Pratu Lukius Matuan.

"Saya mendukung pemerintah dan juga TNI untuk bertindak tegas melakukan pengejaran terhadap oknum prajurit ini dan bilamana juga tidak menyerah harus tetap dicari sampai ditangkap," katanya, Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga: BNN Bekuk Bandar Narkoba di Bone, Andi Rio Idris Padjalangi: Bongkar Habis Jaringannya

Bukan tanpa alasan, lanjut Bobby, tak menutup kemungkinan Lukius telah memegang informasi penting soal penanganan keamanan di Papua oleh TNI. Dia pun khawatir Pratu Lukius membocorkan informasi tersebut kepada KKB.

"Ini sangat tidak baik dan berpotensi untuk meningkatkan eskalasi situasi keamanan yang tidak kondusif di Papua karena prajurit tersebut juga sudah pernah ikut bertugas dan mendapatkan pelatihan-pelatihan dari TNI," ujar Bobby.

"Termasuk juga mungkin mengetahui juga berbagai informasi yang sangat penting dalam upaya memulihkan situasi yang kondusif di Papua," sambungnya.

Baca Juga: Pemikiranya Out Of The Box, Dedi Mulyadi Dukung Terawan Dengan Vaksin Nusantaranya

 

Adapun sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memasukkan nama anggota mereka yakni Pratu Lucky Y Matuan atau Lukius sebagai target utama setelah diketahui berkhianat karena bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Dia sudah dipecat dari keanggotaan TNI,” tegas Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, Jumat (16/4/2021).

Pemecatan terhadap Pratu Lukius bukannya tanpa alasan. Suriastawa menyebut pihaknya sudah memilik alasan tepat untuk memecat sang prajurit. Terlebih Pratu Lukius juga diketahui kabur dalam tugas dan malah memilih bergabung dengan KKB Papua. "Dalam operasi (tugas) kalau dia tiga hari kabur, maka dia dinggap tidak etik, dipecat," ujar Suriastawa.

Ia mengatakan, tindakan Pratu Lukius telah dicap oleh negara sebagai sebuah pengkhianatan. Bahkan ia kini telah bergabung ke KKB yang telah jelas-jelas menjadi musuh negara. {beta.kompas}

fokus berita : #Bobby Rizaldi