20 April 2021

Darul Siska Ajak PKH di Padang Cegah Kesenjangan Sosial dan Jadi Pemersatu Bangsa

Berita Golkar - Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Golkar, Drs H. Darul Siska menjadi narasumber kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR bagi pendamping PKH di Aula Fakultas Pariwisata UNP Padang, Selasa, (20/4/2021).

Dalam paparannya Drs H. Darul Siska mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuatu yang sangat bernilai dan harus dijaga serta dirawat yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika atau lebih dikenal sebagai Empat Pilar MPR RI.

Menurutnya, Empat pilar kebangsaan itu adalah 4 penyangga yang berisi konsep prinsip dan nilai yang dianut sebagai landasan dalam hidup berbangsa dan bernegara. "Empat pilar jika ditinggalkan ada kecendrungan negara bisa saja bubar," ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Produk Indonesia Dipermudah Ke Eropa, Wamendag Jerry Sambuaga Optimis Ekspor Meningkat

Lanjutnya, Niai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila yaitu persatuan dan kesatuan harus dijunjung tinggi dan tidak boleh dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia

Katanya, Negara kita ini seperti hidup berumah tangga yang perlu kita jaga dan pelihara, sesuai dengan prinsip Bhineka Tunggal Ikat kendati berbeda tapi tetap satu.

Tantangan kebangsaan menurut Tap MPR yakni Masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit. Pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme ke daerahan.

Baca Juga: Darul Siska Minta Pemerintah Pusat Tindak Tegas Pemda Yang Abaikan Larangan Mudik Lebaran 2021

Selain itu, Kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinnekaan dan kemajemukan Selanjutnya, Kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa.

Tantangan dari luar adalah pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam. Dan juga makin kuatnya intensitas Intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Juga tantangan lainnya tak kalah pentingnya yakni Kita tidak berdaulat di bidang kesehatan, 90 persen obat kita masih import. Makanya dirinya mengharapkan seorang PKH yang membawahi 200-300 KK, ada sebuah tugas mulia mencegah terjadi kesenjangan sosial dengan menjaga persatuan bangsa. {minangkabaunews}

fokus berita : #Darul Siska