21 April 2021

Ridwan Hisjam: Kepala BRIN Sebaiknya Profesional Bidang Riset dan Inovasi, Bukan Politisi

Berita Golkar - Siapa sosok yang dipilih Presiden Jokowi sebagai Kepala BRIN masih menjadi teka-teki. BRIN kini menjadi badan yang berdiri sendiri usai Kemenristek dilebur dengan Kemdikbud.

Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengatakan sebaiknya Kepala BRIN berasal dari kalangan profesional bukan seorang politisi. "Kalau saya lihat, BRIN itu sebaiknya diambil orang yang profesional di bidang riset dan inovasi, jadi bukan politisi," kata Ridwan, Rabu (21/4).

Menurut Ridwan, tokoh profesional sebagai kandidat kepala BRIN dapat berasal dari perguruan tinggi, akademisi hingga Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan LIPI.

Baca Juga: Lindungi Masyarakat, Azis Syamsuddin Minta OJK Evaluasi Produk Asuransi Berbasis Investasi

"Nominasinya saya kira sudah banyak, bisa juga dari perguruan tinggi, akademisi juga bisa. Dari LPNK, ada 6 kan, yang selama ini bergerak di bidang riset teknologi dan inovasi yaitu BPPT, LIPI. Itu semuanya bisa nominasi dari situ," ujarnya.

Ridwan pun mencontohkan BJ Habibie yang merupakan Kepala BPPT dan berhasil menjabat sebagai seorang menteri. BJ Habibie diketahui sempat menjabat sebagai Menristek di era Presiden Soeharto.

Politikus Golkar itu menambahkan, Kepala BRIN harus sosok yang mampu mengembangkan riset dan inovasi. Sebab, menurutnya, selama ini inovasi Indonesia masih kurang maksimal.

Baca Juga: Melki Laka Lena Apresiasi MoU Penelitian Sel Dendritik Sudahi Polemik Vaksin Nusantara

"Profesional yang bisa kembangkan riset dan inovasi. Karena banyak juga orang pintar riset tapi tidak bisa berinovasi. Kita ini kan inovasi kita kurang, enggak berani gitu," ucap dia.

Dia mencontohkan China yang berani berinovasi di dalam negeri. Ridwan berharap Indonesia mampu melampaui China.

"Kaya China berani itu dia riset diambil, dipelajari dari barat. Habis itu, dia inovasi menjadi sesuatu yang malah lebih laku daripada jiplakannya yang asli itu. Itu gaya-gaya China dan Korea. Itu Indonesia harus bisa lebih dari itu," tandas Ridwan. {kumparan}

fokus berita : #Ridwan Hisjam