26 April 2021

Dito Ganinduto: UU Cipta Kerja Jadi Instrumen Utama Atasi Berbagai Tantangan Nasional

Berita Golkar - Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Dito Ganinduto menyampaikan dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan instrumen UU Cipta Kerja dan beragam regulasi yang merupakan turunan dari produk perundangan tersebut.

“UU Cipta Kerja menjadi instrumen utama dalam mengatasi berbagai tantangan nasional, seperti penyediaan lapangan pekerjaan, pemberdayaan UMKM, dan reformasi regulasi, untuk mendorong transformasi ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional,” kata Dito dikutip melalui pemberitaan online, Senin (26/4/2021).

Selain itu, ujar dia, implementasi dari UU Cipta Kerja (Omnibus Law) dan peraturan turunan yang telah terbentuk tersebut dapat langsung memberikan geliat ekonomi melalui penciptaan permintaan dan pasokan dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Mujib Rohmat Gandeng Emak-Emak Pengajian Al-Hidayah Jateng Sosialisasikan Pancasila

Dito optimistis dengan fundamental dan geliat ekonomi yang terakselerasi dan tercipta pada kuartal I 2021 ini, terlebih dari berbagai kebijakan yang dirumuskan oleh Komisi XI DPR RI dengan Kemenkeu, BI, dan OJK, dapat mendukung secara keseluruhan baik di sisi permintaan maupun pasokan sehingga selanjutnya ekonomi bangkit kembali.

Bersamaan dengan hal tersebut, Konsultan properti Colliers Indonesia menyatakan penerapan Undang-Undang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja dengan berbagai regulasi turunannya diyakini bakal mendorong investasi di sektor properti serta berdampak positif kepada berbagai aspek bidang perekonomian lainnya.

“Implementasi Omnibus Law (UU Cipta Kerja) diharapkan akan menjadi kunci penggerak yang akan memperkuat daya beli, meningkatkan kepercayaan pasar serta mendorong investasi di sektor properti,” kata Head of Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia, Steve Atherton dalam rilis di Jakarta, dikutip Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Selesaikan Krisis Politik Myanmar, Christina Aryani Dorong Implementasi 5 Konsensus Pemimpin ASEAN

Dengan adanya UU Cipta Kerja, maka diharapkan pula kondisi perekonomian ke depannya juga bakal bisa semakin pulih karena sektor properti biasanya sangat terkait erat dengan kondisi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Selain itu, ujar dia, tujuan Pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat Indonesia bila berhasil terwujud maka bakal menciptakan kekebalan massal sehingga juga membantu pemulihan ekonomi nasional di Tanah Air. “Ekonomi akan perlahan-lahan pulih, dan seharusnya memiliki dampak positif bagi pasar properti,” kata Steve.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono menyatakan UU Cipta Kerja bisa menangkal potensi bencana demografi yang diakibatkan oleh kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Kecelakaan Maut, Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Manado Meikel Stif Maringka Meninggal Dunia

Susiwijono mengatakan bahwa bonus demografi merupakan salah satu tantangan pemulihan perekonomian Indonesia karena Pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan bagi 70,72 persen masyarakat berusia produktif dari total 270,20 juta total penduduk Indonesia.

Kemenko Perekonomian mencatat dari 203,97 juta penduduk usia kerja, sebanyak 138,22 juta orang di antaranya merupakan angkatan kerja. Namun 9,77 juta orang di antara jumlah penduduk angkatan kerja itu merupakan pengangguran, bertambah sebanyak 2,67 juta orang jika dibandingkan dengan 2019. {kabarpolitik}

fokus berita : #Dito Ganinduto