30 April 2021

Golkar DIY Gelar Doa Bersama KRI Nanggala 402, Gandung Pardiman Soroti Alutsista Usang TNI

Berita Golkar - DPD Partai Golongan Karya (Golkar) DIY menggelar doa bersama untuk 53 patriot bangsa yang gugur dan tenggelam bersama KRI Nanggala-402, di sekretariat setempat, Kota Yogyakarta, Kamis (29/4/2021) malam.

Dalam kesempatan itu, partai berlambang pohon beringin tersebut juga menyoroti soal usangnya mayoritas alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dipunyai Indonesia. Sehingga, harus segera dilakukan upaya peremajaan.

Ketua DPD Golkar DIY, Gandung Pardiman menandaskan, Musibah KRI Nanggala-402 ini menyisakan duka yang begitu besar bagi bangsa. Sebab, para syuhada, 53 prajurit yang gugur saat bertugas itu meninggalkan keluarganya.

Baca Juga: Golkar-PKS Bertemu, Sepakat Kedepankan Politik Kebangsaan Bukan Politik Identitas

"Ada di antara mereka, yang punya anak masih kecil-kecil, ada yang berusia 5 tahun, 10 tahun. Nah, nasib mereka harus diperhatikan," ucapnya, di sela agenda doa bersama.

"Alhamdulilah bersama pemerintah, Ketua Umum Airlangga Hartarto telah menyatakan akan ikut membantu terjaminnya masa depan mereka," lanjut politisi senior tersebut.

Selain itu, Gandung berharap, pemerintah mengambil pelajaran dari insiden ini. Ia menyampaikan, sudah saatnya pembenahan pada sektor alutsista. Menurutnya, jangan ada lagi pembelian Alutsista bekas pakai, atau second.

"Karena dari kalkulasi hitungannya tidak selisih jauh antara alutsista second dan baru sebenarnya, jika dilihat dari faktor kebutuhan perawatan dan spare part," terangnya.

Baca Juga: Dave Laksono Desak Pemerintah Yakinkan Dunia Bahwa OPM Adalah Teroris

Anggota DPR RI itu berjanji akan mendorong hal tersebut melalui ranahnya sebagai legislator. Gandung berujar, secara realistis, upaya pembenahan dan modernisasi alutsista ini bisa terealisasi setelah pandemi Covid-19 berlalu.

"Kami di DPR akan berjuang, mendorong dan memutuskan supaya kita bisa melakukan penambahan alutsista yang modern, tidak pakai alustsisa bekas lagi," ujarnya.

"Kita sekarang kan ada PT. PAL, itu cukup bagus, akselerasi teknologinya menghasilkan produksi berkualitas. Banyak ya, negara lain yang pesan di sana," pungkasnya. {jogja.tribunnews}

fokus berita : #Gandung Pardiman