06 Mei 2021

Bukan Kaleng-Kaleng, Ini Profil Dyah Roro Esti Yang Usulkan Komisi VII DPR Dibubarkan

Berita Golkar - Legislator Dyah Roro Esti mengejutkan rapat paripurna DPR RI lantaran mengusulkan Komisi VII DPR dibubarkan karena kini hanya memiliki satu mitra kementerian/lembaga. Begini profil Dyah Roro Esti, yang banyak mengenyam pendidikan internasional.

Berdasarkan laman resmi DPR RI yang dikutip Kamis (6/5/2021), Dyah Roro Esti lahir di Jakarta tanggal 25 Mei 1993. Roro berasal dari Fraksi Partai Golkar dengan daerah pemilihan atau dapil Jawa Timur X.

Jenjang pendidikan Dyah Roro Esti:

1. SD: Beijing International School (2004)
2. SMP: Jakarta International School (2007)
3. SMA: Jakarta International School (2010)
4. S1: University of Manchester (2013)
5. S2: Imperial College London (2016)

Baca Juga: IIPG Berbagi THR dan Paket Lebaran Untuk Tenaga Kesahatan di RSPAD, RSCM Hingga Wisma Atlet

Sementara itu, di laman situs resmi Dyah Roro Esti sendiri, sosok perempuan berusia 27 tahun ini penerima beasiswa penuh LPDP PK-41 dari Kementerian Keuangan. Esti meraih gelar MSc dalam teknologi lingkungan dari Imperial College London.

Dyah Roro Esti memegang gelar sarjana ekonomi dan sosiologi dari Universitas Manchester. Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Esti telah menyelesaikan kursus tingkat pascasarjana dari Universitas Harvard.

Di DPR RI, Dyah Roro Esti mengisi Komisi VII yang ruang lingkupnya sektor energi, riset, dan teknologi. Sosok ini pernah tinggal di total lima negara sepanjang hidupnya, yakni pernah Amerika Serikat, Inggris, China, Vietnam, dan Indonesia.

Baca Juga: Interaksi Dengan Warga Tinggi, Arif Fathoni Dorong RT dan RW di Surabaya Divaksinasi

Dyah Roro Esti juga tercatat mendirikan Institut Energi dan Lingkungan Indonesia (IE2I), sebuah LSM yang berbasis di Jakarta. LSM ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang pemanasan global dan konsekuensi negatif dari perubahan iklim.

Di dalam rapat paripurna DPR RI, Kamis (6/5/2021), Dyah Roro Esti mengajukan interupsi. Dyah mengutarakan keluhan para anggota Komisi VII saat ini.

"Saya ingin mengutarakan isi hati mayoritas atau mungkin seluruh Komisi VII saat ini. Seperti yang kita ketahui saat ini Komisi VII hanya bermitra dengan satu kementerian, yaitu Kementerian ESDM.

Baca Juga: IIPG Berbagi THR dan Paket Lebaran Untuk Tenaga Kesahatan di RSPAD, RSCM Hingga Wisma Atlet

Mengingat Ristek sudah bergabung dengan Kemendikbud, otomatis menjadi mitra Komisi X dan Kementerian LHK bermitra dengan Komisi IV yang tentu berbeda dengan periode sebelumnya di mana pada waktu itu KLHK bermitra dengan dua komisi, yaitu Komisi IV dan Komisi VII," kata Roro dalam interupsinya.

Dyah Roro Esti mengajukan sejumlah keluhan dan alasan. Di akhir, dia menyarankan agar Komisi VII dibubarkan kepada pimpinan DPR.

"Dengan tujuan agar kami dapat menjalankan fungsi pengawasan dengan optimal dan sebaik mungkin dan kalau tidak demikian saya rasa lebih baik Komisi VII dibubarkan saya. Lebih baik kita digabungkan dengan komisi lain saja. Jadi saya mohon, saya mohon sekali pertimbangannya. Makasih," tuturnya. {brito}

fokus berita : #Dyah Roro Esti