07 Mei 2021

Diminta Taufan Pawe Pimpin Golkar Luwu Utara, Bupati Indah Putri Indriani Menolak

Berita Golkar - Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe mengungkapkan pernah mengajak Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani untuk memimpin partai beringin. Taufan Pawe mengaku menghubungi langsung Indah menjelang Musyarawah Wilayah Partai Golkar Luwu Utara.

Indah Putri Indriani saat ini belum tercatat sebagai pengurus partai manapun. Di periode pertama menjabat Bupati Lutra, Indah tercatat sebagai kader Partai Gerindra. Ia menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara sebelum mundur menjelang Pemilu 2019.

"Saya pernah coba menghubungi Ibu Indah untuk memimpin Golkar Luwu Utara," kata Taufan Pawe kepada wartawan, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Diwarnai Walkout, Kasmidi Bulang Kembali Dipercaya Pimpin Golkar Kutai Timur

Taufan Pawe mengatakan Indah adalah bagian dari keluarga Partai Golkar. Pertama, suami Indah, Muhammad Fauzi adalah anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar. Kedua, Indah diusung Partai Golkar dalam Pilkada Luwu Utara 2020 lalu.

"Jadi saya melihat Ibu Indah figur yang tepat, bukan tanpa alasan, suaminya kader Golkar dan Ibu Indah diusung Partai Golkar," terang Taufan Pawe.

Akan tetapi, ajakan Taufan Pawe rupanya ditolak Indah. Indah, kata Taufan Pawe, meminta Golkar meminta kader lain yang dinilai lebih layak.

"Berhubung kondisi, Ibu Indah bilang barangkali ada kader yang lain. Akhirnya kami diskusi internal kami temukan kader senior namanya Arifin Junaidi," ujar Taufan Pawe.

Baca Juga: Nidya Listiyono Bersama Kader AMPG Kaltim Bagikan Sembako Untuk Rumah Yatim Piatu di Samarinda

Dalam perjalanan tahapan Musyawarah Daerah Golkar Lutra, situasi dan kondisi rupanya berubah. Taufan Pawe mengatakan, Indah yang sempat menolak tawaran rupanya ikut bertarung calon kedua.

"Ibu Indah akhirnya ikut bertarung. Jadi dua kader ini saya beri kesempatan. Kita kembalikan kepada pemilik suara mana yang terbaik, apa Arifin Junaidi atau ibu Indah," kata Taufan Pawe.

"Kalau kita pikir di sini perlihatkan kondisi Golkar Golkar menarik. Saya tidak tahu apa pertimbangan ibu indah untuk ikut calonkan diri," ujar Taufan Pawe.

DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan telah menggelar 11 musyawarah daerah Dewan Pimpinan Daerah tingkat II hingga Minggu (2/5/2021) kemarin. Dari 11 ketua yang terpilih, 4 diantaranya adalah kepala daerah ditambah satu wakil kepala daerah.

Baca Juga: Ali Mufti Dilantik Jadi Anggota DPR PAW Bagi Almarhum Gatot Sudjito

Partai Golkar masih tercatat sebagai partai politik pencetak kepala daerah terbanyak di Sulawesi Selatan. Adapun kesebelas ketua yang terpilih antara lain Bupati Selayar Muh Basli Ali terpilih secara aklamasi di Musda Golkar Selayar.

Kedua, Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang terpilih aklamasi di Golkar Toraja Utara. CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin aklamasi pimpin Golkar Makassar. Mantan Calon Bupati Pangkep Andi Ilham Zainuddin aklamasi nakhodai Golkar Pangkep.

Kemudian dr Baso Rahmanuddin terpilih memimpin Golkar Wajo, Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari memimpin Golkar Maros. Kontestan Pilkada 2018 Usman Marham aklamasi memimpin Partai Golkar Pinrang.

Baca Juga: Timbulkan Multitafsir, Bamsoet Nilai UU ITE Perlu Direvisi

Zulkifli Zain terpilih memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Sidrap. Patahudding terpilih memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu. Andi Kaswadi Razak memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng. Terbaru Iksan Iskandar memimpin Partai Golkar Jeneponto.

Partai Golkar masih berpeluang menambah ketua DPD II dari kepala daerah. Adapun kader Golkar yang saat ini menjabat kepala daerah seperti Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi. Bupati Enrekang Muslimin Bando, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Toraja Theofilus Allorerung.

Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe mengatakan, Partai Golkar harus mampu memenangkan kembali pemilihan umum legislatif 2024 mendatang. Taufan Pawe mengatakan, kemenangan pemilu adalah keharusan bagi Partai Golkar. "Kemenangan itu bukan lagi target, tapi keharusan," kata Tuafan Pawe.

Baca Juga: Mesin Politik Golkar Harus Dorong Elektabilitas Airlangga, KedaiKOPI: Kalau Tidak, Bakal Dilupakan

Wali Kota Parepare dua periode itu mengatakan, keterlambatan gelaran Musda semata-mata untuk mencari figur ketua DPD II yang tepat. Taufan Pawe mengatakan, figur ketua harus mampu membesarkan Partai Golkar di daerah masing-masing.

"Bukan berarti ini musda lambat tidak berhasil, tapi kami butuh kualitaS. Saya mau semua ketua DPD II mumpuni dalam membesarkan dan mengelola partai Golkar di era masing-masing," tambahnya. {makassar.tribunnews}

fokus berita : #Taufan Pawe #Indah Putri Indriani