15 Mei 2021

Reses di Nganjuk, Ini Solusi Istu Hari Subagio Terkait Pupuk Langka dan Harganya Melambung Tinggi

Berita Golkar - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari raksi Partai Golkar Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio menggelar Reses II Tahun 2021 di Dapil XI (Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk) pada 4-11 Mei 2021.

Selama turun ke Dapilnya, Istu bertemu dengan masyarakat dan menjaring banyak aspirasi masyarakat di daerah. Seperti di Kabupaten Nganjuk, Istu menggelar pertemuan dengan masyarakat di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

“Reses ini saya tempatkan di DPD Golkar Nganjuk agar didengar bersama-sama dengan para anggota DPRD Kabupaten Nganjuk dari Fraksi Partai Golkar dan para pengurus Partai Golkar. Sehingga aspirasi darin masyarakat bisa menjadi hasil dari penjaringan aspirasi yang akan kita salurkan sesuai mekanisme yang ada,” ujar Istu saat ditemui lensaindonesia.com.

Baca Juga: Agun Gunandjar Bangun Masjid Aki Sukaemi Senilai Rp.849 Juta Untuk Warga Cibarayut

Dilanjutkan Istu, ada banyak persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat Nganjuk. Mulai persoalan pupuk yang hilang di pasaran, harga pupuk melambung tinggi hingga permintaan perbaikan infrastruktur jalan desa.

“Keluhan yang saya terima saat Reses selalu yang disampaikan ya soal pupuk ini. Ketika musim tanam, pupuk malah hilang dipasaran. Kalaupun ada harga mahal sekali. Tentu kami sebagai dewan wajib berpihak pada petani. Mereka punya masalah apa, dan bagaimana kita ini bisa mencarikan solusinya,” papar Istu

Selama ini pihaknya selalu menampung banyak aspirasi masyarakat. Namun khusus soal pupuk ini, Istu mulai menyiapkan solusi dengan menyediakan pupuk alternatif. Namun hingga saat ini masih akan dimulai proses penelitiannya.

Baca Juga: Rayakan Idul Fitri, Golkar Sidoarjo Gelar Lomba Foto Sungkem Digital

“Kita mencari solusi dengan menyediakan pupuk alternatif. Kita buat pilot project di daerah Lengkong. Butuh lahan sekitar 10-15 hektare. Pupuk alternatif ini buatan seseorang profesor, beliau akademisi juga. Kita sudah siapkan. Pupuk ini organik dan diyakini bisa jadi solusi untuk para petani di Nganjuk,” paparnya.

Dilanjutkan, pupuk alternatif ini sebelumnya telah berhasil diuji coba dan bisa menghasilkan panen 3-4 kali. “Kalau pupuk alternatif ini berhasil diujicobakan di Lengkong (Nganjuk), maka pupuk akan kita perbanyak. Selanjutnya akan kita laporkan ke pemerintah daerah untuk menjadi solusi membantu para petani,” harap Istu Hari Subagio.

Pihaknya menegaskan perlunya peran pemerintah dalam mencari solusi atas kasus pupuk ini. Tak bisa dibiarkan berlarut-larut karena yang terkena dampak langsung adalah masyarakat di lapisan bawah.

Baca Juga: Golkar Kepri Berbagi Suka Cita, Berlebaran Bersama Yatim Piatu di Tanjungpinang

“Kasihan petani kita, harus ada upaya menstabilkan harga sebelum maupun setelah panen. Ini menjadi kewajiban pemerintah untuk mencari solusi terbaiknya,” tukasnya.

Tak hanya keluhan soal pertanian, Istu yang juga Ketua Komisi A DPRD Jatim ini menerima keluhan dari masyarakat soal pemerintahan hingga hukum. Lainnya juga terkait perbaikan infrastruktur jalan di desa-desa di sekitar Dapilnya. {lensaindonesia}

fokus berita : #Istu Hari Subagio