25 Mei 2021

Sari Yuliati Tegaskan Fraksi Golkar DPR RI Apresiasi Rencana Pemerintah Pulihkan Ekonomi Hingga 2022

Berita Golkar - Anggota DPR RI Sari Yuliati menyampaikan, Fraksi Partai Golkar mengapresiasi upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi saat ini hingga tahun depan. Oleh karena itu penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 diakui memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibanding APBN pada tahun-tahun sebelumnya.

"Dalam hal ini Fraksi Partai Golkar mengapresiasi pemilihan fokus pemerintah pada pembahasan APBN 2022 kali ini dengan tema pemulihan ekonomi dan reformasi struktural," ujar Sari saat menyampaikan pandangan Fraksi Partai Golkar terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2022, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga: Daripada Naikkan PPn, Misbakhun Anjurkan Menkeu Sri Mulyani Benahi Cara Pemungutan Pajak

Menurut Anggota Komisi III DPR RI ini, kedua poin pada tema tersebut menggambarkan tantangan utama bangsa Indonesia pada tahun depan. "Yaitu berkaitan dengan pemulihan ekonomi melalui ekspansi dan pemberian stimulus yang tepat sasaran," ujar Politisi dapil Nusa Tenggara II itu.

Sementara itu Sari menyebutkan, Fraksi Partai Golkar menilai rencana pemerintah melakukan reformasi struktural dalam rangka konsolidasi fiskal ialah peletakan pondasi yang solid bagi keberlanjutan pembangunan pasca pandemi.

"Terkait pemulihan ekonomi, fraksi Partai Golkar menilai pelaksanaannya sejauh ini sudah on the track. Berbagai stimulus berupa insentif perpajakan hingga bantuan sosial telah berhasil menangani kontraksi ekonomi akibat pandemi," urainya.

Baca Juga: Demi Kebesaran Golkar Sumut, Musa Rajekshah Ajak KPPG Selalu Jaga Kekompakan

Adapun pada tahun 2022, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu mengatakan bahwa pada tahun 2022 nanti, stimulus fiskal perlu diperpanjang kembali untuk menjaga daya beli masyarakat. Serta memulihkan dan meningkatkan konsumsi rumah tangga tangga sebagai kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB).

"Oleh karena itu upaya pemulihan ekonomi perlu memberi perhatian lebih kepada sisi permintaan dengan meningkatkan kualitas perlindungan sosial baik pada perencanaan, pendataan maupun pengelolaannya," pungkasnya. {dpr}

fokus berita : #Sari Yuliati