27 Mei 2021

Buntut Kasus Antigen Palsu di Kualanamu, Nusron Wahid Minta BPK Audit Kinerja BUMN Farmasi

Berita Golkar - Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Golkar, Nusron Wahid mendorong dilakukannya audit kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas kasus layanan pemeriksaan cepat (Rapid Test) Antigen di Lantai Mezzanine, Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Dorongan dilakukannya audit itu mengemuka diakhir rapat. Yakni pada saat pembahasan poin-poin kesimpulan RDP. RDP sendiri dihadiri Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo, dan Direktur Utama PT Indofarma Tbk Arief Pramuhanto.

“Saya usulkan BPK mengaudit atas praktik swab dan antigen di lingkungan Bio Farma, Kimia Farma, apa terjadi di Kualanamu saja atau tempat lain juga,” tegas Nusron, dalam keterangannya, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Ini Cara Fraksi Golkar DPRD Sulut Wujudkan Hidup Penyandang Disabilitas Lebih Mandiri dan Sejahtera

Pernyataan mengenai audit kinerja oleh BPK terhadap BUMN yang bergerak dibidang farmasi itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Selasa (25/5).

“Menurut saya ini perlu dilakukan audit kinerja oleh BPK atas kasus pemalsuan antigen. Audit atas permintaan DPR atas chase tertentu,” sambung Politisi Golkar itu.

Menanggapi usulan Nusron, pimpinan rapat Aria Bima menyatakan usulan itu tidak menjadi salah satu poin kesimpulan. Namun demikian, usulan Nusron bisa menjadi catatan bagi Komisi VI. Yakni untuk disampaikan kepada Menteri BUMN Erick Tohir pekan depan. “Ini bisa sebagai bahan dengan rapat dengan Menteri BUMN,” kata Aria Bima.

Baca Juga: Usai Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR RI, Ali Mufti Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Ponorogo

Salah satu poin kesimpulan rapat sendiri disampaikan pimpinan menyangkut dukungan tindaklanjut penyelesaian kasus pemalsuan antigen dengan melakukan lima langkah.

Kelima langkah itu adalah restrukturisasi organisasi, penguatan sistem layanan digital, sinergi dengan stakeholder, audit sistem pengawasan internal dan quality assurance officer “Komisi VI mendorong PT Bio Farma untuk segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memfungsikan gedung eks fasilitas flu burung,” kata Aria Bima. {realitarakyat}

fokus berita : #Nusron Wahid