28 Mei 2021

Inggried Sondakh Kritisi Rancangan Perda Irigasi Yang Disodorkan Gubernur Sulut Dondokambey

Berita Golkar - Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengajukan rancangan Peraturan Daerah (Perda) irigasi ke DPRD Sulut, Jumat (28/5/2021). Pengajuan Rancangan Perda Irigasi ini pun tak luput dari kritisi, khususnya dari Fraksi Golkar.

Inggried Sondakh, Juru Bicara Fraksi Golkar ketika menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi melontar kritik soal status Sulut sebagai limbung beras nasional

"Sulut sebagai penghasil pertanian beras Pakah sudah mencapai swasembada beras, belum mampu bertahan lumbung beras," ujar putri Mantan Gubernur Sulut Almarhum AJ Sondakh ini.

Baca Juga: Nurul Arifin Nilai RUU Larangan Minol Bentuk Ketidakpercayaan Negara Terhadap Masyarakat

Ia pun mempertanyakan apa provinsi Sulut mampu menjadi daerah ketahanan pangan tanpa impor beras. "Apakah jumlah 12 irigasi di Sulut masih berfungsi? masih mampu lahan pertanian yang ada? Seperti apa hasilnya?," ujar Wakil Rakyat Dapil Minahasa - Tomohon itu

Ia juga menyorot, soal rencana pembentukan komisi irigasi, menurutnua belum terlalu penting. "Paling penting pembangunan 12 irigasi meningkatkan fisik irigasi, baik primer sekunder, dan tersier sehingga dapat memenuhi kecukupan air. Daerah lahan pertanian luas belum ada irigasi perlu diperhatikan," katanya lagi.

Pengaturan irigasi pengelolaannya diserahkan ke instansi kewenangan, Catatan penting lainnya, agar memahami pembangunan irigasi ditangani unit balai wilayah sungai dan dinas provinsi.

Baca Juga: Sambangi Bau Bau, Wamendag Jerry Sambuaga Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Lokal

"Apakah di tiap lokasi memiliki unit pengawasan pengaturan teknis? Di tiap daerah sudah terbentuk organisasi wadah pemakai air masih berfungsi?" ujarnya.

Namun, pada akhirnya Fraksi Golkar menyetujui Rancangan Perda ini dibahas lebih lanjut. Gubernur Sulut, Olly Dondokambey kembali mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) ke DPRD Sulut. Rancangan Perda yang diajukan kali terkait irigasi.

DPRD secara khusus menggelar rapat paripurna menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi di Ruang Rapat Paripurna Gedung Cengkih, Jumat (28/5/2021). Rancangan Perda yang disodorkan Gubernur Olly Dondokambey mendapat persetujuan bulat dari Fraksi di DPRD Sulut untuk dibahas lebih lanjut.

Baca Juga: Raih Opini WTP Ke-10 Dari BPK, Sahat Tua Simanjuntak Apresiasi Pemprov Jatim Di Bawah Khofifah

Adapun Fraksi yang menyetujui yakni Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi Nasdem, Fraksi Demokrat dan Fraksi Nyiur Melambai. Tak lupa fraksi memberikan catatan untuk pembahasan Rancangan Perda Irigasi. "Prinsipnya menyetujui ranperda dapat dibahas tahapan selanjutnya," kata Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen.

Gubernur Olly Dondokambey menjelaskan, Rancangan Perda diharapkan jadi Perda untuk mengelola 12 irigasi yang jadi kewenangan Pemprov Sulut. "Melihat pandangan fraksi tentunya kita berterima kasih. Apa disampaikan dapat menyelesaikan tugas tanggungjawab kami," kata Gubernur.

Gubernur mengatakan, air tambah hari tambah mahal, kadang lebih mahal dari bensin. Ia bersyukur Pemerintah Pusat membantu bangun 2 bendungan besar di Sulut sehingga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat Sulut. Dalam Rancangan Perda ini akan dibentuk lembaga pengelolaan air.

Baca Juga: Buntut Kasus Antigen Palsu di Kualanamu, Nusron Wahid Minta BPK Audit Kinerja BUMN Farmasi

"Keberhasilan pertanian bagian upaya pemerintah meningkatkan NTP(Nilai Tukar Petani), bertambah PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) bertumbuh sumbangan hasil pertanian. Keberhasilan pertanian tidak lepas dari air. Kita buat Perda Irigasi menjamin ketersedian air bagi petani," kata Mantan Anggota DPR RI ini.

Menurut Olly ada 4 hal untuk berhasil pertanian, yakni kelembagaan kuat kelompok petani, ketersedian lahan, bibit yang unggul, dan air. "Pertanian tidak akan berhasil tanpa air," ungkap dia.

4 pokok ini, kata Olly tidak dipisahkan, kalau dipisahkan swasembada beras tidak akan berhasil, sebab itu Rancangan Perda harus dituntaskan. {manado.tribunnews}

fokus berita : #Inggried Sondakh