31 Mei 2021

Bekali Alat Pengukur Kebisingan Untuk Polantas, Andi Rio Idris Padjalangi Apresiasi Langkah Kapolri

Berita Golkar - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio idris Padjalangi menyambut baik langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang akan membekali alat pengukur kebisingan kepada anggota polisi lalu lintas dalam melakukan razia kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot bising di luar standarisasi Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM).

"Saya menilai keluarnya surat telegram kapolri dengan nomor ST/1045/V/HUK.6.2./2021 merupakan upaya mencegah dan menjawab kesalahpahaman yang terjadi di tengah masyarakat terhadap razia knalpot bising sepeda motor.

Dengan dibekali alat ukur, masyarakat diharapkan tidak ada lagi yang menggunakan knalpot bising dan terjadinya perdebatan saat dilakukan razia dan penindakan," kata Andi Rio kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Bersama Ade Angga, AMPG Serahkan Sembako dan Santuni 2 Panti Asuhan di Tanjungpinang

Politikus Partai Golkar itu meminta agar kepolisian dapat melakukan sosialisasi secara masif. Serta dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, pabrikan sepeda motor dan kepada jajaran aparat kepolisian itu sendiri, jangan sampai aparat kepolisian tidak memberikan contoh kepada masyarakat dan justru melanggar aturan itu sendiri.

"Jangan sampai kepolisian merazia masyarakat, namun anggota kepolisian justru masih ada yang menggunakan knalpot bising, anggota polri harus dapat memberikan suri tauladan yang baik kepada masyarakat sebelum menerapkan aturan tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Rio meminta agar kepolisian dapat memberikan standarisasi kepada para pelaku usaha yang membuat knalpot racing baik untuk digunakan khusus balapan ataupun hal lainnya. Hal itu guna mencegah terjadinya pemecatan terhadap para pekerja knalpot dan terjadinya gulung tikar.

Baca Juga: Panggah Susanto Pimpin Golkar Jateng Silaturahmi Kebangsaan Dengan PKS dan Demokrat

"Jangan sampai situasi pendemi covid 19 yang saat ini sedang sulit, membuat dunia usaha tersebut bangkrut, dimana usaha tersebut banyak menghidupkan banyak orang dan sumber pendapatan dalam menghidupi keluarga mereka, Kepolisian harus memikirkan dampak itu," pungkasnya.

Seperti diketahui, masyarakat dikagetkan dengan maraknya razia knalpot brong atau bising oleh aparat kepolisian dengan memberikan hukuman kepada para pengendara sepeda motor untuk mendengarkan suara knalpot motornya sendiri di telinga dan sanksi penilangan.

Namun masyarakat belum benyak mengetahui aturan yang di berlakukan oleh aparat kepolisian karena masih minimnya sosialisasi yang dilakukan pihak kepolisian lalu lintas kepada masyarakat. {tribunnews}

fokus berita : #Andi Rio Idris Padjalangi