01 Juni 2021

Hari Lahir Pancasila, Ace Hasan: Generasi Muda Harus Tahu Sejarah Kehebatan Pendiri Bangsa

Berita Golkar - Politikus Golkar Ace Hasan Syadzily meminta generasi muda mengetahui sejarah utuh sejarah Hari Lahir Pancasila. Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni 2021. "Sejarah tentang kehebatan para pendiri bangsa yang dengan kecerdasannya mampu merumuskan dasar negara dengan sangat bagus," kata Ace ketika dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (1/6/2021).

Pertama, kata Ace, 1 Juni merupakan momentum yang ditandai dengan pidato Soekarno dalam Sidang BPUPK yang menyampaikan tentang falsafah negara yang menyebut istilah Pancasila. "Dalam pidato itu, Soekarno menyampaikan Lima prinsip bernegara," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu.

Lima prinsip bernegara itu yakni

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau perikemanusiaan

3. Mufakat atau demokrasi

Baca Juga: Tak Harus Peringati Hari Anti Tembakau, Firman Soebagyo: Kita Harus Punya Kedaulatan Sendiri

4. Kesejahteraan sosial

5. Ketahanan yang Maha Esa.

"Dari pidato inilah kemudian disempurnakan rumusannya menjadi Pancasila yang kita lihat saat ini," tuturnya.

Ace menuturkan Soekarno telah meletakan dasar-dasar ideologi negara dengan sangat kokoh berdasarkan atas nilai-nilai luhur dan budaya bangsa Indonesia.

"Oleh karena itu, tugas kita adalah memahami, menghayati dan mengamalkannya secara komprehensif dan utuh. Hal itu tercermin dari perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari," kata Ace.

Baca Juga: John Rende Mangontan Tantang Pemuda Gereja Toraja Jadi Petani Milenial

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Dikutip dari bpip.go.id, sejarah Hari Lahir Pancasila berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik. Jepang berusaha mendapatkan hati masyarakat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.

Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada tanggal 29 Mei 1945, diadakan sidang pertama di Gedung Chuo Sangi In yang sekarang disebut Gedung Pancasila. Di sana, para anggota membahas mengenai tema dasar negara.

Sidang pertama berjalan sekitar hampir 5 hari. Kemudian, pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.

Baca Juga: Tak Harus Peringati Hari Anti Tembakau, Firman Soebagyo: Kita Harus Punya Kedaulatan Sendiri

Pada saat itu, Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Dokuritsu Junbi Cosakai kemudian membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Panitia sembilan ini bertugas untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut.

Anggota panitia sembilan terdiri dari, Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Nilai MPP Mudahkan Masyarakat Sidoarjo Akses Layanan Publik

Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Dikutip dari seruyankab.go.id, pada tahun 1998, setelah reformasi, muncul banyak gugatan tentang hari lahir Pancasila. Pada awalnya, ada tiga tanggal yang berkaitan dengan hari lahir Pancasila, yaitu tanggal 1 Juni 1945, tanggal 22 Juni 1945 dan tanggal 18 Agustus 1945.

Akhirnya, 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasilakarena pada tanggal tersebut kata Pancasila pertama kali diucapkan oleh Bung Karno.

Bung Karno mengucapkan kata Pancasila pertama kali di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada saat itu, Bung Karno belum diangkat menjadi Presiden.

Baca Juga: Sambut Hari Lahir Pancasila, Agun Gunandjar Ingatkan Rakyat Indonesia Apa Yang Harusnya Dilakukan

Soekarno berpidato menawarkan gagasan mengenai dasar negara Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945 di Gedung Pancasila. Beliau berpidato di hadapan sekitar 65 anggota sidang BPUPKI.

Dalam pidatonya, Soekarno berusaha menyatukan perdebatan yang meruyak di antara para anggota BPUPKI mengenai dasar negara. Soekarno menawarkan lima sila yang terdiri dari:

1. Kebangsaan Indonesia;

2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan;

3. Mufakat atau Demokrasi;

4. Kesejahteraan Sosial;

5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Robert Kardinal: Turnamen e-Sports SOKSI Sekaligus Perkenalkan Pancasila ke Kaum Milenial

Selain Soekarno, Ketua BPUPKI yakni Radjiman Wedyodiningrat juga menyampaikan pandangan mengenai dasar negara. Kemudian, ada M. Yamin dan Soepomo yang ikut memaparkan pandangan mereka.

Namun pada akhirnya, pidato Soekarno dianggap paling pas dijadikan rumusan dasar negara Indonesia.

“Pidato itu disambut hampir semua anggota dengan tepuk tangan riuh. Tepuk tangan yang riuh sebagai suatu persetujuan,” kenang Mohammad Hatta dalam Menuju Gerbang Kemerdekaan (2010).

Baca Juga: Sugawa Korry Minta Airlangga Hartarto Buka Kembali Pintu Pariwisata Bali

Pada 1970, pemerintah orde baru melalui Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) pernah melarang peringatan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.

Sejak masa pemerintahan orde baru, sejarah tentang rumusan-rumusan awal Pancasila didasarkan pada penelusuran sejarah oleh Nugroho Notosusanto melalui buku Naskah Proklamasi jang Otentik dan Rumusan Pancasila jang Otentik. {jakarta.tribunnews}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily