03 Juni 2021

Sembuh Dari COVID-19, Hidayat Arsani Bersyukur Diberi Teguran Allah Lewat Penyakit

Berita Golkar - "Percuma punya harta banyak, ketika penyakit seperti Covid-19 datang, kita hanya bisa pasrah," kata Hidayat Arsani. Mantan Wakil Gubernur Bangka Belitung ini baru sembuh dari Covid-19.

Hidayat bercerita tentang saat-saat ia terkena Covid-19. Awalnya politisi Partai Golkar itu mengira ia kena malaria, namun setelah menjalani serangkaian tes, ia terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat mengetahui bahwa ia terkonfirmasi positif Covid-19, ia berusaha tenang dan tidak panik. Ia pun menjalani karantina mandiri di rumah. Ia bercerita tentang hikmah yang ia dapatkan selama masa karantina .

"Kita tak bisa apa-apa selain berdoa untuk kesembuhan, banyak hikmahnya atas kejadian ini. Saya masih diberi teguran oleh Allah SWT," kata Hidayat Arsani.

Baca Juga: Kenakan Pakaian Motif Gayo, Bamsoet Lantang Bacakan Teks Pancasila

Ia mengaku bersyukur karena baginya sakit di dunia merupakan peringatan. "Ini peringatan bagi saya, untuk intropeksi diri. Bahwa Allah masih sayang pada saya," kata dia.

Harta yang banyak menurutnya bukan tujuan dari kehidupan. "Jadi berpikirlah kalau kalian mau korupsi, harta tak dibawa mati. Karena penyakit datang tiba-tiba," katanya.

Dirinya bepesan kepada orang-orang di sekitarnya untuk menjaga diri dari Covid-19. Menurutnya virus tersebut sangat berbahaya.

Kasus Covid-19 di Bangka Belitung

Sejak pandemi, kasus kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 di Bangka Belitung hingga Senin (31/5/2021) mencapai 269 orang. Angka ini sekitar 0.03% dari total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18.167 kasus.

Baca Juga: Tambahan Kuota Turunkan Harga LPG 3 Kg Di Pedalaman, Maman Abdurrahman Apresiasi Pertamina

Sedangkan tingkat kesembuhan sekitar 1.54% atau 15.980 orang dari jumlah keseluruhan kasus terkonfirmasi positif. Sisanya 0.19% atau 1.918 orang masih menjalani isolasi.

Dari kasus kematian tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Babel mencatat penyakit bawaan atau komorbid menjadi penyebab banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal di Babel.

"Kematian pasien Covid dikarenakan penyakit bawaan rata-rata penyakit bawaan, yang membuat kematian. Seperti penyakit bawaan diabetes, jantung, asma, ginjal, yang banyaknya sakit diabetes dan kencing manis," kata Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Senin (31/5/2021).

Mikron menjelaskan pasien konfirmasi Covid-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi kelompok yang rentan menyebabkan kematian Covid-19 di Babel. Mikron menyebut, dari total 269 kasus kematian di Babel, 90 persen meninggal karena komorbid.

Baca Juga: Tolak Ikut Konvensi Capres NU, Nusron Wahid Tegaskan Dukung Airlangga Capres 2024

Ia menambahkan, berkaitan kasus kematian balita asal Sungailiat, pada beberapa waktu lalu diketahui memiliki riwayat kurang gizi dan diare. "Kalau balita kemarin ada kekurangan gizi dan diare tetapi yang dapat menerangkan itu kan dari dokter," lanjutnya.

Kemudian untuk pasien bergejala berat hingga sedang yang kembali sembuh, banyak terjadi di Babel, hingga Minggu (31/5/2021) kasus sembuh di Babel berjumlah 15.980 kasus.

"Memang kita lihat yang melakukan isolasi mandiri bergejala ringan dan ada juga bergejala sedang hingga berat, mereka banyak sembuh,"katanya.

Selain itu, untuk pemanfaatan terapy plasma konvalesen dalam penyembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19, Mikron, mengatakan belum digunakan di Babel hingga saat ini.

Baca Juga: Ridwan Bae Perjuangkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Tambrauw dan Sorong Selatan

"Saat ini masih mengirim ke Jakarta dan dari Jakarta kita minta plasma darah langsung mereka menghubungi PMI Jakarta. Kita belum melakukan terapy itu karena kekurangan alat yang harus dipenuhi," kata Mikron.

Sebelumnya Mikron mengatakan lonjakan penularan Covid-19 masih terjadi di beberapa kabupatan di Babel. Penyebab meningkatnya kasus penularan Virus Corona ini di antaranya dipicu masifnya mobilitas masyarakat.

"Demikian halnya orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 juga naik dibandingkan dengan pekan sebelumnya," kata Mikron kepada Bangkapos.com, Rabu (26/5/2021).

5M Cara Paling Mudah Agar Tidak Terpapar Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 Babel mengimbau dan mengajak semua pihak bahwa kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan 5M adalah cara paling sederhana dan mudah serta murah agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar Covid-19.

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta BI Kaji Mendalam Rencana Bikin Mata Uang Digital

Protokol Kesehatan 5M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan sebisa mungkin menghindari kerumunan/keramaian, serta mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan mengurangi mobilitas.

"Itu artinya ada tanggung jawab kita sebagai sesama warga masyarakat, sehingga penularan dan penyebaran Covid-19 tidak meluas dan menjadi masif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kita cintai ini," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Babel Andi Budi Prayitno kepada Bangkapos.com, Minggu (23/5/2021).

Andi Budi menekankan, penanganan Covid-19 membutuhkan kerjasama, sinergi dan kolaborasi dari semua unsur dan komponen masyarakat. Tanpa itu, upaya dalam mengatasi pandemi ini terutama dalam mengendalikan Covid-19 tidak akan berhasil dan maksimal.

Sinergitas antar pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sampai ke tingkat kecamatan, desa/kelurahan, bahkan RT/RW, menjadi kata kunci kita untuk fokus dan serius menangani Covid-19.

Baca Juga: Kemenag Ingin Sertifikasi Penceramah, Ace Hasan: Negara Jangan Terlalu Ikut Campur

Pada saat yang sama mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari pandemi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kita bersyukur ikhtiar kita untuk melakukan pemulihan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 sudah mulai tampak dan menunjukkan kondisi yang menggembirakan.

Hal itu ditandai dengan tren positif pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di kwartal pertama tahun 2021 yang membaik dan menunjukkan peningkatan dalam masa recovery akibat Covid-19," kata Andi Budi Prayitno.

10 Cara Pencegahan Virus Corona

Berikut 10 cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjangkit virus corona dilansir dari Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC), Kementerian Kesehatan dan WHO:

Baca Juga: Idah Syahidah: Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Cegah Terorisme dan Radikalisme

1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat.

2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.

3. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).

4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah).

Baca Juga: Anggaran Alpalhankam Rp.1,7 Kuadriliun, Dave Laksono: Jangan Sampai Anak Cucu Tanggung Utang

6. Gunakan masker secara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum.

7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah secara benar, lalu cucilah tangan Anda.

8. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan.

9. Hindari berpergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat.

10. Selalu pantau perkembangan penyakit Covid-19 dari sumber resmi dan akurat. {bangka.tribunnews}

fokus berita : #Hidayat Arsani