06 Juni 2021

Kisahkan Poligami dan Pedofilia, Meutya Hafid Dukung KPI Hentikan Sinetron ‘Suara Hati Istri: Zahra’

Berita Golkar - Ketua Komisi I Meutya Hafid mendukung dan menyetujui langkah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sinetron "Suara Hati Istri: Zahra”. Acara televisi itu dinilai melanggar aturan.

“Kami mengapresiasi reaksi cepat dari teman-teman KPI untuk segera menegur stasiun televisi hingga menghentikan sinetron ini. Sangat memprihatinkan stasiun televisi memberikan tontonan yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI," kata Meutya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 6 Juni 2021.

Meutya juga meminta KPI menegur rumah produksi sinetron tersebut. Sebab telah memproduksi dan meng-casting pemeran utama yang masih anak-anak dan menyajikan cerita yang tidak mendidik.

Baca Juga: Perdana di Jabar, Yellow Klinik Golkar Beri Vaksinasi COVID-19 500 Masyarakat Kota Bandung

Politikus Golkar itu menuturkan Pasal 14 ayat (2) P3SPS menyebut lembaga penyiaran wajib memperhatikan kepentingan anak dalam setiap aspek produksi. Dia menyebut dalam sinetron jelas-jelas menampilkan seorang anak berusia 15 tahun bersama laki-laki berusia 39 tahun.

"Yang berarti mendukung pernikahan di bawah umur, poligami, dan pedofilia. Sangat melecehkan perempuan dan tidak patut ditonton masyarakat Indonesia,” tegas Meutya.

Dia juga meminta stasiun televisi meningkatkan kualitas acara. Meutya menilai di tengah dunia digital saat ini banyak tayangan di platform over-the-top (OTT), sehingga stasiun televisi mesti bisa bersaing dan memberikan tayangan berkualitas.

Baca Juga: Soal Airlangga Capres Golkar 2024, Firman Soebagyo: Keniscayaan Yang Tak Bisa Ditawar-Tawar Lagi

"Banyak keluhan dari masyarakat yang masuk ke saya terkait sejumlah acara di televisi yang ceritanya tidak masuk akal dan tidak pantas ditonton masyarakat apalagi anak-anak. Mari bersama-sama kita memberikan pencerdasan kepada masyarakat,” ujar Meutya.

Sebelumnya, KPI mengumumkan resmi penghentian sementara sinetron Suara Hati Istri: Zahra melalui keterangan di laman resminya, 5 Juni 2021. Keputusan tersebut diterima Indosiar melalui Direktur Program Hersiwi Achmad. Indosiar menyatakan akan menghentikan sementara sampai rumah produksi menutup sementara cerita dan menyusun alur cerita lanjutannya.

Sinetron Suara Hati Istri: Zahra menyedot perhatian masyarakat sejak 24 Mei 2021. Tayangan itu menceritakan seorang pria memiliki tiga istri. Istri ketiga dikisahkan seorang pelajar SMA yang dipaksa menikah untuk menutup utang orang tuanya. {medcom}

fokus berita : #Meutya Hafid