08 Juni 2021

Bertepatan Hari Galungan, Sugawa Korry Tegaskan Golkar Bali Tolak Pencoblosan Pemilu 2024

Berita Golkar - Pelaksanaan coblosan Pemilu Presiden dan Legislatif 2024 pada tanggal 28 Februari 2024. Menariknya, pelaksanaan tersebut bertepatan dengan perayaan hari raya umat Hindu yakni Galungan yang jatuh pada Rabu Kliwon Wuku Dunggulan.

Hal ini membuat pro kontra di kalangan masyarakat Bali, bahkan para petinggi parpol di Bali juga ikut meminta agar waktu pelaksanaan coblosan tersebut dikaji kembali.

Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry bahkan mengaku pihaknya bakal bersurat ke DPP Golkar dan Fraksi Golkar DPR RI untuk menyampaikan keberatan tersebut. “Ya itu kita akan sampaikan, kalau bisa jangan lah. Jadi aspirasi ini akan kita sampaikan ke jalur partai kita,” kata dia, Senin 7 Juni 2021.

Baca Juga: Ferry Wawan Cahyono Minta Pemprov Jateng Percepat Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Politikus yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini juga berharap agar pelaksanaan coblosan Pileg dan Pilpres tersebut dilakukan usai hari raya Galungan dan Kuningan yakni pada pertengahan Maret 2024.

Sugawa Korry beralasan bahwa agar tidak menganggu dengan persiapan dan kekhusyukan masyarakat Hindu dalam menjalani hari raya tersebut. “Yang bagus ya setelah Galungan, supaya tidak ada kesibukan masyarakat,” harapnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Sekretaris DPD PDIP Bali, I Gusti Ngurah Jayanegara, saat dikonfirmasi pihaknya juga akan melakukan hal serupa ke DPP PDIP.

“Yang jelas kami kan mengusulkan ke induk partai kami, bagaimanapun juga itu kan hari raya terbesar umat Hindu, kita bersurat dari DPD ke DPP, ini kan masih pembicaraan agar bisa digeser,” terang Walikota Denpasar ini.

Baca Juga: Innalillahi, Eks Anggota Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Tewas Gantung Diri

Gung Jaya sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa jika Komisi II DPR RI, pemerintah, KPU dan Bawaslu tetap memaksakan pencoblosan pada hari raya Galungan, ia memastikan bahwa tidak ada satu pun warga masyarakat Bali pada saat itu.

Oleh sebab itu, pihaknya juga berharap coblosan tersebut digelar usai hari raya Kuningan atau di sela-sela antara Galungan dan Kuningan seperti pada saat Pilkada Serentak 2020.

“Saya yakin kalau dilaksanakan saat Galungan tidak ada orang yang nyoblos dan itu kan hari suci, kita akan berjuang betul. Kalau bisa setelahnya, kan ada masa kosong antara Galungan dan Kuningan, kalau harapan kami habis Kuningan sih kalau boleh sih,” harap dia.

Baca Juga: Ace Hasan Pastikan Pengelolaan Dana Haji Aman, Tidak Digunakan Untuk Proyek Infrastruktur

Sementara, Sekretaris DPD Demokrat Bali, Wayan Adnyana bahkan menyebut penghinaan kepada umat Hindu apabila dipaksakan pelaksanaan coblosan pada hari raya tersebut. “Nggak bisa pak, kan itu namanya penghinaan, masa hari rayanya ada pemilu kan nggak mungkin,” tegasnya saat ia dikonfirmasi.

Untuk itu, pihaknya juga bakalan bersurat ke DPRD Bali untuk meminta agar Fraksi Demokrat DPRD Bali dan DPRD Bali memperjuangkan hal tersebut ke pusat untuk merubah jadwal pencoblosan tersebut. “Kalau kita belum lihat ya, tapi kami akan bersurat ke DPRD Bali untuk bisa diperjuangkan di pusat,” paparnya.

Seperti diketahui, Rencananya, Pemilu Presiden dan legislatif akan digelar bersamaan yaitu pada 28 Februari 2024. Sementara, Pilkada Serentak jatuh pada 27 November 2024. Selanjutnya, seluruh tahapan pemilu 2024 akan dimulai 25 bulan sebelum hari pemungutan suara yaitu pada Maret 2022.

Baca Juga: Nur Purnamasidi Dorong Pengembangan SDM Desa Wisata di Banyuwangi

Penetapan jadwal pemilu dan pilkada ini dilakukan setelah Komisi Pemilihan Umum mengusulkan jadwal pemungutan suara pemilu 2024 dipercepat dari yang biasanya digelar pada bulan April.

Hal ini demi efisiensi waktu karena Pemilihan Presiden dan Pemilu Legislatif digelar dalam tahun yang sama dengan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada. {bali.tribunnews}

fokus berita : #Sugawa Korry