09 Juni 2021

Gerakkan Ekonomi Masyarakat, Sugawa Korry Minta Pemprov Bali Jangan Pelit Realisasikan APBD

Berita Golkar - Realisasi belanja pemerintah daerah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di berbagai daerah masih dinilai kecil.

Dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, Bali masuk menjadi salah satu daerah yang dinilai ‘pelit’ belanja anggaran. Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry meminta Pemprov Bali mencermati data Kemendagri, sebab hibah akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

Data Kemendagri, hingga 25 Mei 2021 realisasi belanja pemerintah Provinsi Bali mencapai 14,05 persen atau setara Rp 843 Miliar dari total APBD Induk 2021 yang berjumlah Rp 6 Triliun. Hal tersebut membuat Bali berada di posisi keenam daerah yang dianggap ‘pelit’ belanja anggaran, yaitu sebesar 14,05 persen.

Baca Juga: Ikuti Jejak Wayan Muntra, 3 Kader Militan Mundur Dari Kepengurusan Golkar Bali

Menanggapi hal itu, Sugawa Korry meminta Pemprov Bali mencermati data Kemendagri tersebut secara serius. “Saya berpandangan ini menjadi perhatian eksekutif, jadi karena percepatan proses pelaksanaan program-program dan pencairan anggaran ini adalah bagian penting dari gerakan ekonomi,” jelasnya, Selasa (8/6).

Dalam kesempatan tersebut, ia berpandangan realisasi belanja pemda merupakan salah satu pengeluaran pemerintah yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Belanja pemerintah ini kan salah satu pengeluaran pemerintah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu saya mengimbau eksekutif untuk mempercepat proses ini, sekarang sudah bulan Juni, sudah setengah tahun,” sambungnya.

Baca Juga: Sejumlah Kader Golkar Siak Gelar Aksi, Tuding Syamsuar Tidak Komit Janji-Janji Politik

Ia menyebut jika pengeluaran pemerintah akan berkontribusi untuk meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) potensial Bali. “Semua SKPD terkait untuk bekerja keras mempercepat proses pelaksanaan dari APBD ini, karena sangat mempengaruhi government expenditure yang mempengaruhi pertumbuhan,” tegas dia.

Terlebih pencairan dana hibah bagi para anggota dewan yang saat ini belum kunjung dicairkan. Dana hibah itu akan menyentuh masyarakat bawah yang saat ini sedang kesusahan akibat pandemi. “Saat ini mungkin belum ada, termasuk itu juga, karena itu akan menyentuh masyarakat paling bawah,” tandasnya. {baliexpress.jawapos}

fokus berita : #Sugawa Korry