10 Juni 2021

Duet Prabowo-Airlangga di Pilpres 2024? Firman Soebagyo: Keduanya Miliki Kapasitas dan Kapabilitas

Berita Golkar - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto digadang-gadang berduet untuk meramaikan peta Pilpres 2024.

Menanggapi hal itu, Politisi senior Golkar, Firman Soebagyo, menilai tak ada yang salah dari ide menduetkan dua ketua umum partai tersebut. Ia berujar politik yang dinamis sangat memungkinkan Gerindra dan Golkar bahu-membahu memenangkan pilpres mendatang.

“Itu bisa saja terjadi karena ini kan untuk pasangan pemimpin nasional. Seperti yang selalu saya sampaikan harus sosok mempunyai kapasitas, kapabilitas, integritas. Untuk terpilih harus memiliki popularitas dan elektabilitas,” kata Firman kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021.

Baca Juga: Endang Maria Astuti Prihatin Anggaran Kementerian PPPA Minim dan Fungsinya Terbatas Koordinatif

Sejumlah pengamat politik belakangan ramai mencocok-cocokkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai kandidat yang potensial diusung pada Pemilu 2024.

Wacana menduetkan Prabowo dan Airlangga merupakan hal baru. Kedua sosok tersebut dinilai mempunyai popularitas dan elektabilitas yang cukup mampu untuk bersaing dengan nama-nama sebelumnya.

“Untuk mencari sosok-sosok ini kan harus ada keputusan politik dimasing masing internal partai. Harus ada kajian dan analisis kira kira untuk kedepan dibutuhkan pemimpin yang seperti apa," kata Firman.

Baca Juga: Gelar Doa dan Tahlil Kenang Seabad Soeharto, Golkar Jawa Timur: Mikul Dhuwur Mendhem Jeru

Firman memandang kondisi indonesia saat ini tidak terlepas dari persoalan ekonomi. Isu ekonomi menjadi persoalan yang serius baik saat maupun pasca pandemi nanti.

Ia menyebut harus ada sosok yang mampu menyelesaikan masalah ekonomi tersebut. Pada 2024, pemulihan ekonomi dikabarkan masih akan terus berlanjut sebagai dampak dari pandemi saat ini.

"Sudah memasuki tahun ke dua pandemi Covid-19 ini bisa mengubah situasi dan peradaban perekonomian dunia. Oleh karena itu, kalau kita lihat sosok Airlangga mempunyai kapasitas itu,” kata Anggota Komisi IV DPR RI ini.

Baca Juga: Kritik Masalah PPDB Jakarta 2021, Basri Baco: Sudah 2 Tahun Terkendala, Jangan Terulang Lagi

Firman mengatakan kepiawaian Airlangga di pemerintahan maupun di legislatif cukup berpengalaman. Saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekarang, Airlangga dihadapkan pada tantangan besar mengatasi dampak pandemi terhadap ekonomi.

Hal itu menurut Firman menjadi nilai lebih karena Airlangga akan cukup terasah menghadapi situasi krisis. Berikutnya, jika melihat masalah pertahanan dan keamanan yang dianggap lemah, Firman mengatakan butuh figur yang mampu mengusai tentang strategi pertahanan dan keamanan negara.

Tentang pertahanan dan keamanan negara ini, sosok Prabowo kata Firman tak perlu diragukan lagi. Apalagi, saat ini Prabowo tengah menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Prabowo juga merupakan mantan Letnan Jenderal dengan pengalaman lapangan yang luas.

Baca Juga: Golkar Jatim Bakal Bangga Jika Airlangga Pilih Khofifah Jadi Pendampingnya di Pilpres 2024

Sebab itu, jika prediksi dan wacana pengamat soal duet Prabowo dan Airlangga ini terjadi, maka sangat tepat dan terbuka kemungkinan karena sama-sama sosok yang mumpuni sesuai bidangnya.

“Kalau ada pengamat coba mendesain itu saya pikir sah-sah saja karena pengamat punya hak dan bisa dipertanggungjawabkan baik moral maupun kapasitas. Sebagai pengamat punya hitung-hitungan tersendiri asal demi kepentingan bangsa dan negara yang baik saya rasa dunia politik itu semuanya serba selalu ada,” kata Firman.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, sebelumnya menilai Prabowo dan Airlangga sangat potensial untuk maju bersama pada pesta demokrasi mendatang. Menurut Pangi, baik Prabowo maupun Airlangga adalah sama-sama ketua umum parpol yang notabenenya adalah pemilik tiket otomatis untuk maju di Pilpres 2024.

“Sangat dinamis dan mungkin saja terjadi. Karena merek seorang ketum parpol serta punya otoritas tiket jika mau maju di Pilpres. Apalagi jika melihat pencapaian PT (Presidential Threshold) untuk Pemilu baik Golkar maupun Gerindra sudah bisa melewati ambang batas 20 PT persen,” kata Pangi. {pedomantangerang.pikiran-rakyat}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #prabowo subianto #Firman Soebagyo