12 Juni 2021

Tegas Tolak Pajak Sembako, Dedi Mulyadi: Petani Menjerit, Pedagang Meradang, Pembeli Nyeri Ulu Ati

Berita Golkar - Wakil ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi Menentang keras wacana pemerintah menerapkan pajak sembako dan beras. Dedi Mulyadi mengatakan, untuk urusan plastik ada wacana gagasan pemberian pajak sembako dan beras yang dinilai tidak menguntungkan rakyat kecil.

"Baiknya perusahaan-perusahan terutama makanan yang membungkus makanannya dengan plastik dan botol yang seharusnya kena pajak," kata Dedi Mulyadi saat rapat dengan Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan seperti dikutip priangantimurnews.com dari TV Parlemen pada Jumat, 11 Juni 2021.

Dijelaskan Dedi Mulyadi, berbagai hal lainnya dengan tumpukan sampah yang menghasilkan timbunan plastik di masyarakat itu pajaknya ditingkatkan. "Nanti hasil uang pajaknya digunakan untuk mendorong pengelolaan limbah di setiap desa dan daerah," ucapnya.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi Nakhodai Golkar Metro, Subhan Targetkan Menang Pemilu 2024

Politisi Golkar Dedi Mulyadi menegaskan, daripada meningkatkan pajak cabe, beras di pajak dan bawang di pajak. Karena cabe dan bawang tidak menghasilkan sampah, sampahnya pun bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

"Jika produk pertanian seperti beras, cabe, bawang dan lain-lain dikenai pajak, maka petani menjerit, pedagang meradang dan pembeli nyeri ulu hati," tuturnya. {priangantimurnews}

fokus berita : #Dedi Mulyadi