13 Juni 2021

Usulkan Honorer Prioritas Jadi PNS, Dedi Mulyadi: Tes CPNS Jangan Melulu Berbasis Digital

Berita Golkar - Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Dedi Mulyadi, mengusulkan agar pemerintah memberi 'karpet merah' kepada pegawai honorer untuk menjadi PNS atau ASN. Hal itu dia sampaikan setelah menyoroti masih banyak honorer yang belum mendapatkan kesempatan menjadi PNS atau ASN.

Dedi yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini sudah membicarakan hal ini pada kementeri yang menjadi mitra kerjanya di DPR. Seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan.

"Kirim surat ke Kemenpan RB agar seleksi PNS tidak selalu berbasis digital," ujar Dedi Mulyadi dalam rilis yang diterima merdeka.com, Minggu (13/6).

Baca Juga: Lodewijk Paulus Ajak Kader Golkar Pesawaran Menangkan Pemilu 2024

Ia mencontohkan, saat menghadiri pelepasan elang jawa di Bogor bertemu dengan seorang honorer yang sudah lama bekerja namun tak kunjung menjadi PNS.

Orang tersebut setiap hari bekerja memantau dan memanjat pohon memasang CCTV di atas pohon untuk memantau kelestarian elang jawa di alam liar.

"Nah kalau mereka selesai PNS lewat digital atau teknologi IT itu yang lulus pasti rata-rata yang baru lulus perguruan tinggi (fresh graduate) karena otaknya masih encer, belum berbenturan dengan pikiran kebutuhan (ekonomi). Nah yang pegawai lama enggak lulus lagi," ucapnya.

Baca Juga: Misteri Di Balik Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong

Seharusnya, kata Dedi, pemerintah bisa membuat program prioritas bagi honorer yang bekerja di tingkat kementerian, provinsi hingga daerah. Caranya mereka yang memiliki prestasi dalam pekerjaan diberi bonus menjadi PNS.

"Ini menurut saya harus segera dirembukkan oleh pemerintah. Kalau enggak nanti yang (PNS) baru enggak mau manjat pohon, pinginnya buka laptop terus. Termasuk juga untuk guru honorer," ujarnya.

Menurut Dedi hal tersebut harus menjadi pertimbangan pemerintah. Jika tidak, maka negara akan terus membuat pemborosan dalam rekruitmen pegawai baru.

"Kalau enggak nanti negara terus membuat pemborosan. PNS diangkat terus yang kerja enggak ada. Karena semua orang pingin kerja di depan laptop," pungkas Dedi Mulyadi. {merdeka}

fokus berita : #Dedi Mulyadi