13 Juni 2021

Tegas! Bamsoet Desak Kemenkeu Batalkan Rencana PPN Sembako dan Pendidikan

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatalkan rencana mengenakan PPN sembako dan pendidikan. Menurut dia, selain bertentangan dengan sila kelima Pancasila, sektor sembako dan pendidikan juga sangat berkaitan dengan naik turunnya inflasi.

"Pengenaan pajak PPN, otomatis akan membuat harga sembako maupun pendidikan naik tajam. Pada akhirnya akan menaikan inflasi Indonesia. Rata-rata per tahunnya, dari kondisi harga beras saja bisa menyumbang inflasi mencapai 0,13 persen. Tidak bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila sembako, terutama beras, akan dikenakan PPN," kata pria yang akrab disapa Bamsoet,  (13/6/21).

Baca Juga: Hanya 3 Nama Ini Yang Bakal Jadi Capres 2024: Prabowo Vs Anies Vs Airlangga

Politikus Golkar ini menjelaskan, di tengah rendahnya kulitas pendidikan di berbagai institusi pendidikan negeri, pemerintah seharusnya berterimakasih kepada organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, serta berbagai organisasi masyarakat yang telah membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyiapkan institusi pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Menurutnya, pengenaan PPN terhadap pendidikan sama saja menegasikan peran NU, Muhammdiyah, dan berbagai organisasi masyarakat yang memiliki concern terhadap pendidikan.

"Dalam membuat kebijakan, Kementerian Keuangan seharusnya tidak hanya pandai dalam mengolah angka. Namun juga harus pandai mengolah rasa. Harus ada kepekaan sensitifitas terhadap kondisi rakyat," jelas Bamsoet.

Baca Juga: Tegas Tolak Pajak Sembako, Dedi Mulyadi: Petani Menjerit, Pedagang Meradang, Pembeli Nyeri Ulu Ati

Jangan Memberatkan Rakyat

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, Kementerian Keuangan harus menyadari masih banyak cara menaikan pendapatan negara tanpa harus memberatkan rakyat.

Terutama memaksimalkan dari potensi yang ada. Mengingat hingga akhir April 2021, penerimaan pajak baru mencapai Rp 374,9 triliun atau sekitar 30,94 persen dari target total yang mencapai Rp 1.229,6 triliun.

"Artinya, masih banyak peluang yang bisa digarap, dengan memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada. Sebelum memberatkan rakyat, Kementerian Keuangan harus terlebih dahulu menertibkan jajarannya agar bisa mengejar para pengemplang pajak yang potensinya mencapai ratusan triliun per tahun," kata Bamsoet. {liputan6}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet