14 Juni 2021

Disebut Kader Golkar Terbaik di Sulsel, Ahmad Doli Kurnia Dorong Taufan Pawe Maju Pilgub Sulsel 2024

Berita Golkar - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendorong Taufan Pawe maju pemilihan gubernur Sulawesi Selatan 2024. Doli mengatakan ketua partai adalah kader terbaik partai selama periode tersebut.

Untuk itu, ia menilai Taufan Pawe sebagai ketua partai adalah kader terbaik partai beringin saat ini. Doli menilai ketua partai harus bertarung memenangkan kontestasi politik di luar partai, yaitu pemilihan Gubernur Sulsel 2024.

Hal itu disampaikan Doli dalam konsolidasi kader partai beringin Sulsel di Kota Makassar, Minggu (13/6/2021) malam. Konsolidasi berlangsung di Hotel Novotel, Jl Chairil Anwar Kota Makassar, Minggu (13/6/2021) malam.

Baca Juga: Wacana PPN Sembako, Misbakhun: Sri Mulyani Coreng Wajah Jokowi Yang Pro Rakyat Kecil

Konsolidasi digelar secara luring dan daring. Ketua DPD II serta anggota fraksi 7 kabupaten hadir tatap muka, selebihnya daring.

"Bapak Taufan Pawe adalah kader terbaik partai Golkar periode ini di Sulsel. Karena dia kader terbaik wajar didorong di luar kontestasi partai," kata Doli kepada wartawan di Novotel, Minggu (14/6/2021).

"Jadi kalau ada kontestasi gubernur dan segala macam ya sangat normal wajar kader dorong Taufan Pawe," sambungnya.

Doli mencontohkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar harus didorong maju calon presiden 2024. Alasannya Airlangga sebagai ketua umum adalah kader terbaik partai.

 

Baca Juga: Erry Purwanto Lantik 39 Pimpinan Kecamatan Golkar se-Kabupaten Tasikmalaya

Meski demikian, Doli mengatakan dorongan kader Partai Golkar kepada Taufan Pawe harus diikuti kerja keras sejak sekarang. Apalagi Komisi II DPR RI telah menetapkan jadwal pemungutan suara Pilkada serentak 2024.

Menurutnya, kader Partai Golkar se-Sulawesi Selatan harus solid bekerja memenangkan Taufan Pawe Pilgub Sulsel 2024 mendatang. Sejak 2021 ini, Doli meminta para kader di 24 kabupaten kota mulia menyosialisasikan nama Taufan Pawe jika ingin didorong maju Pilgub Sulsel.

"Tinggal komitmen kita semua, kita punya calon presiden. Harus diikuti kerja keras dan strategi matang. Jadi saya kira kalau semua warga partai Golkar dorong Taufan Pawe, maka harus punya komitmen dan kerja keras," kata Doli.

Baca Juga: Bakal Turunkan Daya Beli Masyarakat, Melchias Mekeng Minta Pemerintah Tunda Pajak Sembako

Taufan Pawe saat ini menjabat Wali Kota Parepare dua periode. Masa jabatannya akan berakhir pada 2023 mendatang. Sejauh ini sejumlah kepala daerah kader Golkar sudah mulai menyampaikan dukungan terbuka kepada Taufan Pawe maju Pilgub Sulsel 2024.

Seperti Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Bupati Selayar Muh Basli Ali, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, dan Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang. Dalam empat Pilgub Sulsel terakhir, ketua DPD I Partai Golkar Sulsel selalu maju calon gubernur, bukan calon wakil gubernur.

Seperti Ketua DPD I Golkar Sulsel Amin Syam maju Pilgub Sulsel 2002 dan 2007, Ketua Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo maju Pilgub Sulsel 2013, dan Nurdin Halid maju Pilgub Sulsel 2018.

Baca Juga: Gde Sumarjaya Linggih Dukung Langkah BRI Agroniaga Transformasi Jadi Bank Digital Negara

Selain bicara calon gubernur, Doli juga meminta kepada pengurus Golkar Sulsel untuk mempersiapkan kader yang akan didorong maju sebagai kepala daerah. Apalagi jarak waktu antara Pileg dan Pilkada sangat dekat sehingga harus dipersiapkan sejak awal.

Jika tidak, maka tiba saatnya Golkar akan kelabakan dalam menetukan usungan kepala daerah dalam durasi waktu yang hanya lebih satu bulan usai tahapan Pileg rampung.

“Pileg dan Pilpres itu 21 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024, penetapan caleg terpilih itu rampung Juni sehingga hanya punya range waktu dua bulan untuk menentukan usungan di pilkada, makanya harus dipersiapkan kandidatnya memang sejak awal,” terang mantan Ketua KNPI itu.

Baca Juga: Hanya 3 Nama Ini Yang Bakal Jadi Capres 2024: Prabowo Vs Anies Vs Airlangga

Hanya saja, pertaruhan sesungguhnya terjadi di Pileg dan Pilpres 2024 yang dihelat sebelum pilkada. Partai Golkar harus bekerja keras memenangkan Pileg sebagai modal dasar untuk mengusung kader di Pilkada, baik Pilgub maupun Pilbup.

“Kalau kita kalah di Pileg, maka pasti kita akan kurang bersemangat lagi di Pilkada. Untuk itu kita harus bekerja keras dengan cara mempersiapkan kader- kader terbaik untuk diusung di Pileg karena Pileg harus kita menangkan, ini modal dasar menuju pilkada,” kata Doli.

Jika Pileg baik di pusat maupun di daerah dan Pilpres bisa dimenangkan, maka Doli menegaskan, peluang untuk memenangkan banyak kepala daerah akan jauh lebih besar.

Baca Juga: Muhammad Fauzi Heran, Pajak Mobil Diturunkan Sembako Mau Dikenakan Pajak

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Taufan Pawe menegaskan, partai di bawah kepemimpinannya berusaha menghadirkan Golkar Baru. Bukan Golkarnya yang baru, tetapi paradigma yang baru sebagai bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel.

“Makanya pelaksanaan musda di Sulsel berlangsung agak lambat karena kami ingin menghadirkan ketua DPD II yang berkualitas untuk memenangkan semua event politik 2024, kami tak ingin membeli kucing dalam karung,” kata TP yang juga Walikota Parepare itu.

Di depan Doli, TP menegaskan, jika Golkar Sulsel harga mati memenangkan Airlangga Hartarto sebagai presiden di Pilpres 2024. Untuk itu, Walikota yang memiliki banyak prestasi itu menjadikan ajang musda untuk mencari figur ketua yang bisa mewujudkan target Partai Golkar. “Harga mati bagi kami memenangkan Airlangga sebagai presiden di Pilpres 2024,” terang TP.

Saat ini, 14 kabupaten dan kota di Sulsel telah menggelar musda. Sisanya, 10 daerah akan menggelar musda direncanakan paling lambat Juli mendatang. {makassar.tribunnews}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia #Taufan Pawe