15 Juni 2021

Sarmuji: Wacana PPN Sembako Hantam Permintaan dan Perlemah Daya Beli Masyarakat

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR, M. Sarmuji mengingatkan konsumsi rumah tangga adalah kontributor terbesar pembentukan produk domestik bruto (PDB), yakni sebesar 57,6 persen. Ini berarti apabila berhasil meningkatkan konsumsi masyarakat, otomatis pertumbuhan ekonomi akan meningkat signifikan.

Hal itu diungkapkannya untuk mengomentari wacana pajak sembako yang akan diterapkan pemerintah. Padahal dia mengungkapkan menjaga daya beli masyarakat adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kata dia, jangan sampai ada kebijakan yang justru memperlemah daya beli.

“Wacana pajak sembako akan menghantam sisi permintaan dan memperlemah daya beli. Jangankan dilakukan, isu pun tidak boleh ada. Jika itu sekadar isu, pemerintah harus segera memadamkannya karena bisa mengganggu kepercayaan konsumen untuk melakukan pembelian,” kata Sarmuji dalam keterangannya, Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Golkar: Digagas Sukarno, Dikembangkan Nasution, Diwarisi Soeharto

Hal itu diungkapkannya dala rapat kerja antara komisi XI dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan agenda evaluasi perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan.

Dalam rapat yang dihadiri Menkeu, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Komisioner OJK dan LPS itu, Sarmuji mengajak semua anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk konsentrasi mencari cara memacu pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan daya beli.

“BI (Bank Indonesia) sudah menurunkan seven days rate, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) harus mempercepat transmisinya agar suku bunga kredit cepat turun, Kemenkeu (Kementerian Keuangan) juga harus membuat kebijakan insentif untuk menstimulir konsumsi,” ujar Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini.

Di samping itu, anggota Komisi XI DPR RI ini juga meyakini jika hal tersebut dilakukan, ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih cepat. {realitarakyat}

fokus berita : #Sarmuji