15 Juni 2021

Kasus COVID-19 Melonjak, Menko Airlangga Tingkatkan Kapasitas RS Hingga 40 Persen

Berita Golkar - Menghadapi tren peningkatan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran tahun 2021, pemerintah terus mengakselerasi dan mengintensifkan upaya penanganan. Pemerintah akan meningkatkan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) hingga mencapai 40 persen. Utamanya di kabupaten/kota zona merah dan tingkat keterisian tempat tidur atau BOR tinggi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) usai mengikuti rapat terbatas (ratas) penanganan pandemi yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Senin (14/6).

Baca Juga: Bentuknya PDF, Misbakhun: Hanya Konseptor Yang Bisa Bocorkan Draf RUU KUP

”Menyikapi kenaikan (kasus, Red) di beberapa tempat, di Jawa Barat, kemudian juga di Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, beberapa langkah perlu dilakukan pemerintah. Fasilitas RS ditingkatkan menjadi 40 persen. Utamanya di daerah kabupaten/kota dengan zonasi merah atau BOR di atas 60 persen,” ujarnya.

Menurut Airlangga, kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 juga akan ditingkatkan di RS rujukan di kota terdekat atau di ibu kota provinsi. ”Terhadap kota-kota yang (zona, Red) merah disediakan RS rujukan di kota terdekat. Kalau di Kudus bisa ke Semarang. Kalau Bangkalan ke Ibu Kota Provinsi, ke Surabaya,” ujarnya.

Khusus untuk RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, sambung Airlangga, pemerintah juga telah melakukan penambahan tempat tidur.

Baca Juga: Transaksinya Triliunan Rupiah Tiap Hari, Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Crypto Bisa Jadi Sumber Pendapatan Negara

”Itu sudah ditambahkan (fasilitas). Sebelumnya tambahan 700 tempat tidur dan siang ini ditambah kembali agar kapasitasnya bertambah. Jumlah tempat tidur pasien ada 7.937, ditambah 2.000 unit. Jumlah (pasien) yang diisolasi 5.028. Jadi masih ada sisa 2.909 tempat tidur. Sehingga, BOR-nya bisa 63,34 persen,” ulasnya.

Airlangga memaparkan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah hotel untuk isolasi. ”Tentunya ini akan terus dilaksanakan.Terutama untuk di daerah seperti Jakarta,” imbuhnya.

Dijelaskan, Presiden Jokowi menginstruksikan percepatan dalam pelaksanaan vaksinasi. Upaya ini akan melibatkan TNI dan Polri. Selain itu, pemerintah akan mengakselerasi pelaksanaan genome-sequencing untuk melacak genome (rangkaian DNA/RNA). Utamanya terkait potensi penularan virus korona varian baru.

Baca Juga: Duka Mendalam Golkar Jatim Atas Wafatnya Pengasuh Ponpes Sidogiri, KH Nawawi Abdul Jalil

”Pemerintah mendorong percepatan pelaksanaan pengecekan genome sequencing. Selama ini dua minggu akan ditekan menjadi satu minggu,” janjinya.

Airlangga juga memaparkan mengenai perkembangan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif di Tanah Air yang masih menunjukkan tren peningkatan. Tingkat kasus aktif nasional per 13 Juni adalah 5,9 persen dan tingkat kesembuhan 91,3 persen. {radarmadura}

fokus berita : #Airlangga Hartarto