21 Juni 2021

Kosgoro 1957 dan Yellow Clinic Golkar Gelar Vaksinasi Massal COVID-19 Untuk 1.200 Orang

Berita Golkar - Kosgoro 1957 bersama Yellow Clinic Partai Golkar, kembali menggelar vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, Minggu (20/6/2021). Program ini diselenggarakan untuk membantu pemerintah dalam upaya mendorong percepatan dan memperluas cakupan vaksinasi nasional.

"Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Partai Golkar dan Kosgoro 1957 ini dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit," kata Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dave Laksono, Senin (21/6/2021).

Dave Laksono mengatakan, Kosgoro 1957 dan Yellow Clinic Partai Golkar mendukung penuh program pemerintah dalam mempercepat laju pemberian vaksin kepada masyarakat.

Baca Juga: 57 Tahun Mengabdi di Golkar Sumut, Musa Rajekshah Berikan Sepeda Motor Untuk Jahe Singarimbun

 

"Percepatan vaksinasi nasional harus dilakukan demi mewujudkan Indonesia sehat, ekonomi bangkit sesegera mungkin. Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi dan sinergi semua elemen bangsa sangat dibutuhkan," tuturnya.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) itu juga mengungkapkan, Partai Golkar telah beberapa kali menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19. Namun untuk kegiatan kali ini, Kosgoro 1957 bersama Yellow Clinic yang menjadi fasilitator kegiatan vaksinasi kepada 1.200 orang peserta.

Adapun penerima vaksin Covid-19 adalah masyarakat umum yang sebelumnya sudah didata oleh panitia kegiatan.

"Kita yang menyiapkan fasilitas tenaga kesehatannya, tempat, dan prasarananya. Penerima vaksin adalah warga masyarakat yang sudah terdaftar di database, jadi tidak bisa walk in atau datang tiba-tiba. Untuk saat ini yang menerima vaksinasi sebanyak 1.200 orang peserta," ungkapnya.

Baca Juga: Pererat Hubungan Silaturahmi, Golkar Jatim Sowan ke Ketua PWNU dan PW Muhammadiyah

Dalam kegiatan ini, lanjut Dave Laksono, juga diberlakukan protokol kesehatan (prokes) ketat. Mereka yang hadir sebelumnya sudah mendapatkan undangan dan ada dalam sistem, serta dinyatakan bisa divaksin.

"Kita melakukan ini gratis, terbuka secara umum untuk masyarakat. Namun sebelumnya dilakukan pengecekan, seperti pemeriksaan tekanan darah, saturasi oksigen, suhu tubuh oleh tim medis. Jika hasil observasi medis dinyatakan baik, maka vaksin bisa dilakukan," jelasnya.

Kepada masyarakat yang hendak divaksin, Dave Laksono mengimbau agar masyarakat waspada terhadap pemberitaan hoaks yang banyak beredar terkait vaksin Covid-19. Masyarakat diminta tidak langsung cepat percaya, sehingga harus mencari informasi ataupun membaca dari sumber-sumber resmi terlebih dahulu.

Baca Juga: Sambangi Buya Syafii Ma’arif, Airlangga Diminta Wujudkan Cita-Cita Bangsa di Pasal 33 UUD 1945

Update Vaksinasi

Sejak program vaksinasi Covid-19 dimulai pada 13 Januari 2021, pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 23.071.123 (57,18%) penduduk hingga Sabtu (19/6/2021). Sedangkan dosis kedua sudah diberikan kepada 12.242.103 (30,34%) orang.

Dikutip dari laman kemkes.go.id, rencana sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia adalah 181.554.465 penduduk yang berumur di atas 18 tahun. Hal ini untuk mencapai tujuan timbulnya kekebalan kelompok (herd immunity).

Karena ketersediaan jumlah vaksin Covid-19 bertahap, maka dilakukan penahapan sasaran vaksinasi. Untuk tahap pertama, vaksinasi Covid-19 dilakukan terhadap Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).

Yang meliputi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Berdasarkan pendataan yang dilakukan sampai saat ini, jumlah SDM Kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 adalah 1.468.764 orang, sedangkan populasi vaksinasi sebanyak 12.552.001 orang.

Baca Juga: Airlangga Apresiasi Singgih Januratmoko Gencar Kampanye Konsumsi Ayam dan Telur Saat Pandemi

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 20 Juni 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 474.029 (23.4%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 344.568 (17.2%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 227.148 (11.3%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 163.548 (8.3%)

Baca Juga: Tidak Setuju Lockdown Total, Darul Siska: PPKM Mikro Saja, Sudah Mirip Lockdown Lokal

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 73.662 (3.8%)

RIAU

Jumlah Kasus: 67.782 (3.4%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 62.995 (3.3%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 52.677 (2.7%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 52.641 (2.6%)

Baca Juga: Beredar Surat DPP Golkar Terkait PAW Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK Pilih Tak Komentar

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 48.948 (2.5%)

BALI

Jumlah Kasus: 48.345 (2.5%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 35.565 (1.8%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 34.291 (1.7%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 27.119 (1.4%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 24.365 (1.2%)

Baca Juga: Ditanya Soal Pilpres 2024, Airlangga Hartarto: Aja Takon, Aja Mikir, Nyambut Gawe Sik

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 22.300 (1.1%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 20.671 (1.1%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 20.206 (1.0%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 20.201 (1.0%)

ACEH

Jumlah Kasus: 18.329 (0.9%)

Baca Juga: RS Hampir Penuh, Judistira Hermawan: Warga DKI Jangan Keluar Rumah Kalau Tidak Mendesak

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 17.364 (0.9%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 15.953 (0.8%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 13.218 (0.7%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 13.145 (0.6%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 12.769 (0.7%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 12.658 (0.7%)

Baca Juga: Keras! Airlangga Minta Kader Golkar Yang Tak Satu Komando Minggir Dulu

JAMBI

Jumlah Kasus: 11.911 (0.6%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 10.724 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 9.695 (0.5%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 9.032 (0.5%)

Baca Juga: Beredar Surat DPP Golkar Terkait PAW Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK Pilih Tak Komentar

MALUKU

Jumlah Kasus: 8.057 (0.4%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 5.662 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 5.624 (0.3%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 4.707 (0.2%). {wartakota.tribunnews}

fokus berita : #Dave Laksono