22 Juni 2021

Walikota Lubuk Linggau dan Eks Bupati Empat Lawang Hengkang Dari Partai, Ini Tanggapan Golkar Sumsel

Berita Golkar - Berlabunya simpatisan partai Golkar yang juga Walikota Lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe alias Nanan ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), direspon dingin DPD I partai Golkar Sumsel. Meski begitu, Partai Golkar Sumsel tetap menghormati putusan politik Nanan yang lebih memilih PKB dibanding Golkar sebagai kendaraan politiknya.

Selain Nanan, Golkar juga menyoroti perilaku mantan Bupati dan eks ketua DPD II Golkar Kabupaten Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) yang pilih hengkang dari partai berlambang pohon beringin ke partai Nasdem.

Padahal HBA selama ini dibesarkan partai Golkar dan identik, serta aktif di partai Golkar. Wakil Ketua DPD I Golkar Sumsel Yulizar Dinoto menilai, pilihan Nanan ke PKB dan HBA ke Nasdem adalah hak politik kedua, dan Golkar tetap menghormatinya.

Baca Juga: Soal Wacana Jokowi 3 Periode, Ahmad Doli Kurnia: Jangan Kembali ke Masa Lalu, Maju Terus ke Depan

"Kalau secara pribadi sebagai kader Golkar, kalau memang kebetulan ada wacana lain tidak perlu disikapi berlebihan, karena pengkaderan di Golkar selama ini jalan," capnya, seraya selama ini dirinya konsisten di Golkar meski banyak tawaran parpol lain.

Dilanjutkan Ketua SOKSI Sumsel ini, keduanya adalah sahabat selama ini dan biasa saja jika ada yang berpindah partai, yang penting kader yang loyal tetap konsisten berjuang untuk partai Golkar, hingga titik darah penghabisan.

"Di Golkar sistem pengkaderan sudah jelas, dari bawah hingga ke pusat. Kalau berpolitik setiap langkah politik pasti ada tujuan kedepan," tandasnya.

Terpisah, Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumsel Herpanto sendiri menyayangkan sikap Nanan tersebut, yang secara etika tidak sesuai. Herpanto juga menyoroti perilaku mantan Bupati Kabupaten Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) melompat ke partai Nasdem.

Baca Juga: Puji Pendataan Keluarga BKKBN, Darul Siska: Ciptakan Data Kependudukan Spesifik dan Mutakhir

"Kita menyayangkan sikap keduanya, padahal sudah menikmati sarimadu, tapi ditinggal begitu saja (Golkar). Namun, kita hormati pilihan politiknya, tapi secara etika saja yang tidak benar," kata Herpanto, Selasa (22/6/2021).

Dijelaskan mantan anggota DPRD Sumsel ini, meski ada beberapa kadernya berlabuh ke partai lain, namun hal itu tidak masalah bagi partai Golkar yang selama ini memiliki kader- kader berkualitas.

"Yang jelas, berlabunya Nanan ke PKB tidak membuat partai Golkar panik, mengingat Nanan selama ini belum menjadi kader Golkar, tetapi sebagai Wako Lubuk linggau diusung partai Golkar selama ini harusnya menghargai," tuturnya.

Disisi lain, Herpanto juga menerangkan meski ada kadernya yang keluar dari Golkar, namun ada juga tokoh masyarakat dan pejabat yang bergabung ke partai Golkar, seperti Bupati Musi Rawas (Mura) Ratna Machmud.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Pertanyakan Urgensi Amandemen UUD 1945 Di Tengah Pandemi COVID-19

"Meski ada yang pergi, kami merasa juga ada yang datang. Dimana yang pergi Nanan sebagai simpatisan Golkar 2018-2023, kami nyatanya menerima kehadiran kader partai Golkar yang juga berasal dari ASN yaitu Ratna Machmud, yang merupakan Bupati Mura 2020-2025," ucapnya.

Ratna sendiri ditambahkan Herpanto, di Golkar Sumsel menduduki jabatan sebagai amggota dewan pertimbangan partai Golkar.

"Jadi, kalau kita lihat dinamika politik masyarakat Sumsel, banyak tokoh- tokoh yang ingin ke Golkar dan kita membuka kesempatan bagi mereka yang ingin gabung. Insya allah Golkar tidak kehilangan kader potensial untuk kontestasi pemilu kedepan," tandasnya.

Dilanjutkan Herpanto, hasil pemilu 2019 lalu partai Golkar di Sumsel dari 17 Kabupaten/ kota dan tingkat provinsi, berhasil meraih pimpinan DPRD, kecuali di Kota Palembang dan Kabupaten Muratara.

Baca Juga: Novalindri Fathir Gantikan Posisi Ade Angga Jadi Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang

Sedangkan untuk kepala daerah, Golkar menempatkan beberapa kadernya sebagai kepala atau wakil kepala daerah, yaitu di Muba Dodi Reza (Bupati), OKUS Popo Ali (Bupati), Mura Ratna (Bupati), Prabumulih Ridho Yahya (Walikota), Wabup Pali Soemarjono dan Wabup OKU Johan Anuar. "Jadi, kita tetap optimis pada pemilu 2024 mendatang, Golkar akan jadi pemenang pemilu di Sumsel," tukasnya. {sumsel.tribunnews}

fokus berita : #Yulizar Dinoto