25 Juni 2021

Nusron Wahid: Pihak Yang Menolak Holding BUMN Ultra Mikro Itu Antek-Antek Rentenir

Berita Golkar - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nusron Wahid menyatakan, integrasi ekosistem usaha melalui pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) dapat melindungi wong cilik dari jeratan rentenir.

“Tidak usah dipolitisasi soal pembentukan holding BUMN UMi. Ini untuk kepentingan masyarakat luas, karena dapat mempercepat proses pembiayaan pelaku usaha ultramikro. Supaya semua terkover pembiayaan (lembaga keuangan formal), dan bermigrasi dari rentenir.

Yang kedua mempercepat pelaku usaha UMi naik kelas. Yang sebelumnya belum bankable jadi bankable,” kata Nusron melalui keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor, periode 2011-2015 ini menegaskan bahwa langkah strategis pemerintah melalui holding UMi untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan usaha wong cilik.

Baca Juga: PKS Buka Peluang Koalisi Nasionalis-Religius Dengan Golkar, Usung Airlangga di Pilpres 2024

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian BUMN mengambil langkah holding tiga BUMN yang selama ini fokus pada pemberdayaan UMKM. Holding tersebut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

BRI telah mempublikasikan keterbukaan informasi melalui otoritas bursa, bahwa bank terbesar itu akan menjadi perusahaan induk holding BUMN sektor UMi yang diawali dengan pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMED).

Pelaksanaan PMHMED BRI akan diikuti pemerintah yang memiliki Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Pemerintah menggunakan HMETD untuk menyerahkan saham (inbreng) miliknya di Pegadaian dan PNM kepada BRI.

Baca Juga: Dukung Jokowi Berlakukan PPKM Mikro, Melki Laka Lena Dorong Perbanyak Tempat Isolasi Berbasis Komunitas

Saham Seri B milik pemerintah di Pegadaian yang akan diserahkan berjumlah 6.249.999 saham atau 99,9%. Kemudian, 1.299.999 saham Seri B atau setara 99,9% di PNM juga akan dialihkan pemerintah. Pembentukan holding dilakukan demi mengintegrasikan kapabilitas setiap perusahaan guna melayani pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan lebih baik lagi.

Langkah itu dinilai anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar Nusron sudah sangat tepat. Dari data yang dimiliki pihaknya, saat ini ada sekitar 40 juta pelaku usaha UMi di Indonesia. Di segmen pelaku usaha tersebut, Nusron memperkirakan kapitalisasi bisnis perhari di kisaran Rp 1 juta - Rp 2 juta dan sulit tersentuh layanan produk keuangan formal.

Dia pun menyebut yang terlayani oleh lembaga keuangan formal itu hanya sekita Rp 8 juta unit usaha UMi atau sekitar 20% saja. Nusron khawatir sisanya dilayani oleh praktik layanan jasa keuangan rentenir dengan bunga tinggi yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin di Bali

Menurut Nusron, konsolidasi tiga BUMN dalam satu sektor lembaga keuangan di bawah BRI yang fokus ke mikro, akan terjadi backup dana. Dengan holding BRI dapat dengan mudah menempatkan dana di PNM dan Pegadaian. Sehingga, ekspansi pembiayaan Pegadaian dan PNM menjadi lebih "lincah", efisien dan murah.

Antek Rentenir

Nusron juga menyatakan bahwa pihak-pihak yang menolak holding BUMN UMi, secara tidak langsung melanggengkan praktik rentenir.

“Karena itu kalau ada pihak yang menolak holding UMi ini adalah antek-anteknya rentenir. Langkah ini, adalah terobosan untuk mencapai target pemerintah meningkatkan akses keungan dari yang hanya 20% di segmen usaha UMi, juga menaik kelaskan pelaku usaha dan memperkuat ekonomi nasional,” tegasnya.

Baca Juga: Menko Airlangga: Pembangunan SDM dan Digitalisasi Jadi Kendaraan Menuju Ekonomi Baru

Menurut dia, holding tersebut akan memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil. Segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko dan pekerja lepas.

Pelaku usaha ultramikro dan UMKM, kata dia, merupakan tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional. Sehingga harus diselamatkan dari dampak pandemi Covid-19. Dengan terbentuknya ekosistem usaha yang kuat melalui holding, dia berharap pelaku usaha ultramikro dapat bangkit, berkembang, serta naik kelas.

“Holding akan membawa manfaat yang besar bagi ketiga BUMN tersebut. Sehingga nasabah bisa cepat berkembang usahanya. Jadi ini mutual benefit. Yang diuntungkan BUMN yang bersangkutan dan nasabah. Ini membuat usaha ultramikro menjadi atraktif," ujarnya menjelaskan.

Baca Juga: Disaksikan Christina Aryani dan Basri Baco, Golkar Jakpus Gelar Swab Antigen Gratis

Dia menyebut sinergi ketiga BUMN akan mengkolaborasikan masing-masing kekuatan perseroan. Keahlian setiap perusahaan pelat merah tersebut akan terhimpun dalam "satu rumah besar" sehingga bisa membantu sebanyak-banyaknya pelaku usaha kecil supaya mereka bisa segera bangkit.

Melalui sinergi ekosistem ultramikro ini, Nusron meyakini dapat menciptakan pilihan produk keuangan yang lebih variatif bagi pelaku usaha UMKM dan ultramikro dan lebih menyerap tenaga kerja khususnya di lapisan masyarakat pra sejahtera.

“Secara jangka panjang, integrasi ini akan menjadi rumah besar pelaku UMI-UMKM Indonesia dimana mereka bisa berlindung, memperoleh bimbingan, berkembang dengan sustainable, dan naik kelas. Kami mendukung program ini, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada pelaku usaha kecil dan diharapkan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pra sejahtera,” imbuhnya.

Baca Juga: Endang Maria Astuti Nilai Keputusan Pemerintah Batalkan Ibadah Haji 2021 Sudah Tepat

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir sangat optimistis holding BUMN UMi akan menjadi jawaban berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku usaha di segmen ultramikro.

“Tentunya pemerintah memiliki solusi besar untuk menunjukkan keberpihakan kepada sektor usaha ultramikro. Ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia maju, maka di dalamnya ada kemajuan segmen usaha ultra mikro melalui penguatan ketahanan ekonomi. Kami sudah memetakan sinergi yang dapat dilakukan BUMN untuk menguatkan keberpihakan kepada pengusaha ultramikro,” ujar Erick. {beritasatu}

fokus berita : #Nusron Wahid