28 Juni 2021

Dilantik Jadi Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq Ingin Wujudkan Mimpinya Menolong Orang Banyak

Berita Golkar - Fadia Arafiq tertarik dunia politik sejak 12 tahun lalu. Putri artis senior A Rafiq ini berpikiran di dunia politik jika punya niat yang baik maka jalannya akan lebih mudah.

“Dulu saya pernah punya mimpi, andaikata saya jadi orang yang memiliki kekuasaan, atau kita punya kapasitas untuk memberikan pendapat kepada pemerintah, pasti saya bisa menolong orang banyak ya. Begitu mimpi saya.

Dari mimpi itu, saya akhirnya tertarik ke politik dan masuk di Golkar,” tutur Fadia didampingi suaminya Ashraff ditemui awak media di kediamannya di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.

Ia awalnya terjun berpolitik di DKI Jakarta. Setelah itu mencalonkan diri bersama Amat Antono menjadi wakil bupati Pekalongan (masa bakti 2011-2016).

Baca Juga: Adam Rusydi Fokus Berdayakan UMKM Sidoarjo Di Tengah Pandemi COVID-19

“Pada saat saya jadi wakil bupati itu, saya lebih banyak terjunnya ke masyarakat aja. Jadi mengurus urusan-urusan bermasyarakat dan membantu bupati tentunya,” kata Fadia yang saat ini tengah menempuh studi S3 di UNTAG.

Dengan pengalamannya lima tahun menjadi wakil bupati, akan menjadi modal dirinya untuk memimpin Kota Santri.

“Pastinya, pengalaman yang penting buat saya itu (wabup), misalnya ya kita bersama wakil harus berbagi yang baik, bekerjasama yang baik, sehingga apa yang tidak bisa kita lakukan bisa tercover,” ungkap dia.

Sebab, lanjut dia, hanya dengan satu tangan tak akan mampu menjangkau 285 desa setiap harinya. “Tapi kalau kita kerjasama yang baik dengan wakil dan semua pihak, Insya Allah semua bisa terjangkau dengan cepat,” ujar dia.

Baca Juga: Deding Ishak Minta Penerapan PPK Mikro Dibarengi Pengawasan Ketat dan Penegakan Disiplin

Apalagi dengan masa periode yang pendek (3,5 tahun), Fadia-Riswadi harus benar-benar kerja nyata, kerja cepat, dan kerja hebat. “Jadi harus bener-bener memforsir untuk membuktikan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan bahwa mereka tidak salah mempercayakan kepemimpinan ini kepada saya dan Pak Riswadi,” tandas dia.

Tak ada istilah 100 hari kerja bagi Fadia. Begitu dilantik, ia akan langsung tancap gas. “Saya harus kerja cepat. Sebelum saya dilantik pun saya sudah aktif komunikasi dengan kepala-kepala dinas,” kata dia.

Fadia mengaku program kerjanya tidak akan muluk-muluk. Pasalnya, kata dia, jika uang dipecah ke mana-mana malah tidak jadi hasilnya. Untuk itu, ia akan fokus ke kesehatan gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan, pendidikan gratis sampai SMA, dan juga jalannya halus rezekine mulus.

Tiga sektor itu (kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur) akan menjadi fokus utama di program kerja kepemimpinannya.

Baca Juga: Dyah Roro Esti Dorong Aksi Iklim Secara Global Menuju Target Nol Emisi Karbon

“Kami sedang komunikasi dengan banyak pihak untuk bisa mewujudkan kesehatan gratis itu cukup dengan menunjukkan KTP, berobat gratis. Saya gak mau kebanyakan kartu, pusing nanti, malah repot banyak kartu ini, kartu itu.

Jadi saya sedang memprogramkan itu, sehingga masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak khawatir saat sakit. Orang sekaya apapun, kalau sudah sakit bisa miskin. Maka kami akan kejar itu kesehatan gratis,” ujar dia.

Menurutnya, program itu nanti paling lambat awal tahun 2022. Karena APBD tahun 2021 sudah berjalan setengah. “Kami juga sedang melakukan pengecekan data atau verifikasi data. Banyak nama yang double. Terus masih banyak orang sudah meninggal tapi namanya masih masuk. Jadi sampai akhir tahun ini kami fokus dulu verifikasi data itu, awal tahun baru bisa start,” kata dia.

Baca Juga: Protes PAW Makmur HAPK Dari Ketua DPRD Kaltim, Masyarakat Berau Geruduk Kantor Golkar

DUKUNGAN KELUARGA

Selama berpolitik, Fadia tidak pernah ada hambatan dari keluarga. Suami, keluarga, dan orang tua sangat mendukungnya. Karena, politik kalau niatnya baik pasti didukung.

“Tapi kita harus tetap tahu batasan-batasan, karena sehebat apapun bupati kan tetap saya ini ibunya anak-anak, tetap juga anak dari orang tua saya. Landasan agama dari orang tua saya itu saya terapkan betul dalam hidup saya.

Sehingga apapun tidak ada masalah. Masalah itu kalau kita diberi jabatan, diberi amanat memimpin, tapi macam-macam. Nah itu masalah,” tandas penyuka gemblong dan sego megono ini.

Baca Juga: Kornas ‘Sahabat Airlangga’ Ingin Pastikan Orang Baik Seperti Airlangga Pimpin Indonesia

CINTA PEKALONGAN

Salah satu alasan Fadia kembali maju di Pilkada adalah cinta dengan Kabupaten Pekalongan. Ia bertekad ingin membesarkan Kabupaten Pekalongan. Banyak pinangan untuk nyalon di daerah lain ditolaknya.

“Waktu itu saya selesai jadi wakil bupati, belum selesai pun, saya sudah banyak tawaran nyalon bupati di daerah lain. Terutama di Jawa. Ada juga daerah tetangga Pekalongan juga menawarkan. Tapi saya bilang, saya hanya mau nyalon di Pekalongan.

Karena saya sudah cinta Pekalongan. Istilahnya, ini juga kampung buat orang tua saya. Jadi memang kalau mau membesarkan ya harus membesarkan dulu Kabupaten Pekalongan. Kalau tahap-tahap selanjutnya ke daerah lain itu nanti,” tandasnya.

Baca Juga: Sambut Ajakan Airlangga, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro: Siap Satukan Visi Tangani Pandemi

Sosok Fadia bisa menjadi inspirasi bagi kaum hawa. Kaum perempuan juga bisa berkarya asal terus berusaha dan tidak mudah menyerah.

“Ya, saya mungkin bisa jadi contoh bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Ini juga yang saya dengungkan kepada masyarakat untuk terus berusaha, jangan menyerah, apalagi perempuan. Bukan karena kita punya modal, atau punya apa, tapi kalau kita berusaha pasti ada jalan,” tandasnya.
Menurutnya, perempuan itu diciptakan bukan hanya untuk di dapur, tetapi juga untuk bisa berkarya.

“Karena kalau perempuan itu saya lihat dan rasakan, kalau berbuat itu masih pakai hati, ada rasa gak enak, rasa-rasa pantas gak ya, istilahnya perempuan berbuat gak asal-asalan. Karena pakai perasaan. Maka kita harus semangat sebagai perempuan. Yang penting itu tadi, tahu batasan-batasan tadi. Kalau jadi istri, mentang-mentang berpolitik terus lupa tugasnya sebagai istri,” pesan Fadia. {radarpekalongan}

fokus berita : #Fadia Arafiq