29 Juni 2021

Tak Ada Aturan Main, Nusron Wahid Sebut Marketing Investasi Emas Seperti Industri di Tengah Hutan

Berita Golkar - Anggota Komisi VI Fraksi Golkar Nusron Wahid menyoroti fenomena sales atau marketing pialang berjangka yang kerap menawarkan produk melalui telepon hingga whatsapp (WA). Nusron menilai, industri tersebut seperti industri di tengah hutan karena tidak ada aturan mainnya.

"Saya yakin temen-teman yang dari anggota DPR Komisi VI ini pasti pernah mengalami semua hampir setiap hari nomor HP-nya penuh dengan telepon maupun dengan WA dari marketing yang ada sales-sales pialang berjangka," kata Nusron seperti disiarkan lewat YouTube Komisi VI, Selasa (29/6/2021).

"Industri ini kayak saya melihatnya, kayak industri di tengah hutan, kayak industri yang tidak ada aturan mainnya, dan tidak ada ketegasan dan wibawa dari regulator maupun dari pengawas. semua orang ditelepon tanpa sopan santun," tambahnya.

Baca Juga: Ketua Fraksi Golkar DPR Aceh Ali Basrah Desak Tambang Emas Ilegal Segera Disetop

Nusron sendiri sempat mengaku sebagai pejabat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Namun, sales sendiri kadang tak tahu apa itu Bappebti dan tetap memberikan penawaran. Nusron bilang, hal ini menjadi pekerjaan rumah.

"Kedua, di dalam industri ini seperti hutan karena terlalu banyak investor yang dirugikan, yang tidak tahu cara main, dan kemudian tiba-tiba duitnya hilang dan kemudian tidak tahu cara mengadu dan proses penanganannya," katanya.

Ia pun mempertanyakan, bagaimana mekanisme penanganan jika ada masalah dan perlindungan konsumen ke Bappebti. Kemudian, sejauh mana edukasi yang diberikan agar masyarakat tidak terjebak pada kasus penipuan.

Baca Juga: Sarat Pengalaman, Ketua Golkar Karanganyar Ilyas Akbar Yakin Airlangga Bakal Menang Pilpres 2024

"Bagaimana proses clearing house atau mekanisme penanganan masalah di dalam tahap-tahap yang dalam konteks perlindungan konsumen, supaya investor menjadi nyaman, kalau ada dispute antara pialang berjangka dan investor itu ada yang nengahin, ada yang mengadili dan uangnya terjamin," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengaku bahwa dirinya pun juga mendapat WA tersebut. Biasanya, produk yang ditawarkan ialah investasi emas hingga forex. Menurut Wisnu, kegiatan pemasaran tidak boleh dilakukan oleh tenaga marketing.

"Memang benar Pak, jangankan bapak-bapak yang terhormat saya pun setiap hari masih dikirimi WA penawaran untuk investasi. Biasanya ini adalah yang di sistem perdagangan alternatif, perdagangan derivatif baik itu forex, index, emas dan lainnya.

 

Baca Juga: Dukung Pendidikan Vokasi Sektor Pertanian, Gus Adhi Gulirkan Beasiswa Bagi 20 Siswa SMK

Di aturan kami Pak sebenarnya ada aturan yang secara jelas bahwa marketing itu tidak boleh dilakukan oleh tenaga marketing. Jadi di Bappebti secara aturan tidak mengenal tenaga marketing, yang ada adalah wakil pialang berjangka," paparnya.

Dia menjelaskan, tata cara pemasaran sudah diatur bahwa mereka tidak boleh memasarkan melalui SMS yang vulgar dan melarang untuk memberikan keuntungan secara pasti. Kemudian, pihaknya tak pernah memberikan izin marketing untuk bertemu dengan calon nasabah

"Yang harus bertemu atau mempromosikan barangnya adalah wakil pialang berjangka, bukan marketing. Jadi secara aturan marketing itu ilegal untuk memasarkan produknya," ujarnya. {finance.detik}

fokus berita : #Nusron Wahid