30 Juni 2021

Airlangga Ungkap Benang Kuning Antara Golkar Dengan Nasdem dan Gerindra

Berita Golkar - Airlangga Hartarto salah satu ketua umum partai politik yang didorong maju menjadi Calon Presiden (Capres) di Pilpres 2024. Konsolidasi internal pun tengah dibangun. Golkar punya target juara satu di Pemilu 2024.

Airlangga telah membangun komunikasi dengan sejumlah partai. Pertemuan dengan para petinggi partai politik pun telah dilakukan. Termasuk dengan parpol pecahan Golkar yakni Gerindra dan NasDem.

Airlangga mengakui memiliki frekuensi yang sama dengan Gerindra dan NasDem. Meskipun, dia mengatakan, masih banyak waktu dalam membangun koalisi untuk Pemilu 2024.

Baca Juga: Pernyataan Resmi Golkar Kaltim Terkait PAW Makmur HAPK dan Perusakan Kantor Golkar Berau

"Kita punya kedekatan ideologi dan perkawanan, dan tentunya frekuensinya juga mirip. Tentu ini ada garis yang bisa didorong dan bekerja sama," kata Airlangga saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta, pada Selasa (22/6) lalu.

Berikut wawancara khusus merdeka.com bersama Airlangga Hartarto di program Ruang Merdeka:

Lembaga survei memotret elektabilitas Golkar di angka 10 persen. Bersaing ketat dengan Gerinda. Sebenarnya target Golkar di 2024 itu berapa persen?

Pertama tadi mas Angga bilang, partai tertua. Saya mau bilang Partai Golkar bukan partai tertua, partai yang menang bukan partai tua. Jadi targetnya tentu ya partai politik ya targetnya menang.

Baca Juga: Ketua Golkar Pemalang, Edi Susilo: Semangat Kader Berlipat Jika Ketumnya Maju di Pilpres 2024

Partai Golkar selama pemilu kan hanya nomor satu dan nomor dua. Beberapa pemilu terakhir kan nomor dua. Sekarang (Pemilu 2024) giliran nomor 1.

Belakangan ini Golkar selalu jadi nomor dua, ada apa?

Ya tentu posisi itu kan hasil dari kerja, kerja itu yang sekarang sedang ditata untuk mempersiapkan Pemilu 2024.

Jelang Pemilu 2024, sudah sepanas apa mesin Partai Golkar?

Ya kalau sekarang kan masih tahap awal, tahap penataan perbedaan Partai Golkar dengan yang lainnya adalah kekuatan jaringan. Jadi kalau jaringan itu sesuai seperti era digitalisasi itu jaringan 5G mikroselnya. Jadi mikrosel Golkar itu cukup kuat. Jadi kan sekarang kita sedang merevitalisasi mikroselnya, agar nanti siap di 2024.

Baca Juga: Kader-Kader Muda Golkar Melesat di DPR, Beringin Sangat Ramah Milenial

Sasaran pemilih Golkar segmennya apa Pak? Milenial kah? atau pemilih mengambang?

Ya pertama tentu kita punya daerah-daerah tradisional, Golkar nih kuat di Jawa Barat, Banten, di luar Jawa, tentu itu ditebalkan. Kemudian untuk modal Pilkada di Jawa tengah, Jawa Timur, terus dorong dan konsolidasi dan ini kan masih tahun 2021, masih ada waktu.

Nama Capres sudah mulai bermunculan, berbagai persiapan dilakukan, kalau bapak bagaimana?

Ya kalau kita kan masih konsentrasi kerja. Menghadapi Covid dan pemulihan ekonomi. Jadi konsentrasinya masih ke sana.

Kalau hobinya Pak Airlangga apa sih sekarang?

Ada tambahan skill sekarang, ilmu masak.

Baca Juga: Jadikan BJ Habibie Sumber Inspirasi, Taufan Pawe Jadikan Parepare Kota Ulama dan Santri

Masak apa biasanya?

Masak daging, karena kalau beli daging yang bagus, pasti enak.

Golkar beberapa kali pemilu absen mencalonkan kadernya maju capres atau cawapres, kalau Pemilu 2024 bagaimana peluangnya?

Ya yang pertama persiapan 2024, 2004 kan pada waktu itu ada Pak Wiranto, kemudian di 2009 Pak JK, kemudian 2014 ya kita dukung Pak Prabowo, 2019 dukung Pak Jokowi.

Tentu di 2014 kita dukung kader sendiri Pak JK, 2019 Pak Jokowi. Ke depan kan kita lihat Golkar punya potensi untuk mendukung calon karena kita partai yang sudah 'punya tiket’. Kita cuma butuh satu partai lagi untuk sama-sama koalisi dan tentunya itu modal awal.

Baca Juga: Tak Ada Aturan Main, Nusron Wahid Sebut Marketing Investasi Emas Seperti Industri di Tengah Hutan

Peluang mengusung kader sendiri sebesar apa Pak?

Ya nanti itu kan dalam Munas, Rakernas, Rapimnas sudah dibahas.

Silaturahmi politik sudah ke sejumlah partai. Termasuk Demokrat, NasDem, Gerindra, kira-kira mau kemana lagi dan komunikasi paling intens dengan siapa?

Kalau ke dan dengan itu berbeda. Hehehe. Saya rasa dengan Gerindra juga sudah, PKS sudah.

Paling intens dengan siapa?

Saya rasa komunikasi cair, dengan berbagai partai.

Kabarnya dengan NasDem lebih intens?

Ya tentu alumni Partai Golkar kan Pak Surya Paloh, kita sudah kenal lama sebagai pimpinan NasDem dan pernah menjadi ketua dewan pertimbangan Partai Golkar.

Baca Juga: Cegah COVID-19, Golkar Jatim Serahkan Puluhan Ribu Masker dan Ratusan APD Ke Pemkab Bangkalan

Hubungan Golkar dengan partai-partai pecahannya seperti NasDem dan Gerindra baik?

Ya Golkar dengan partai terbentuk pasca konvensi kemarin, nah ini karena kita memiliki kesamaan ideologis dan kita sekolahnya sama. Kita punya kedekatan ideologi dan perkawanan, dan tentunya frekuensinya juga mirip. Tentu ini ada garis yang bisa didorong dan bekerja sama.

Antara Golkar, NasDem dan Gerindra punya benang merah ya?

Benang Kuning

Benang kuningnya ada, tinggal silaturahminya lebih intens lagi?

Iya.

Golkar sudah sangat firm mengusung Airlangga di Pemilu 2024?

Ya inikah masih persiapan, ini kan disiapkan oleh DPP dan sekarang masih mempersiapkan konsolidasi dan juga tentunya kita kerja dululah di pemerintahan. Partai Golkar kan mendukung Pak Jokowi. Kita mensukseskan pemerintah Pak Jokowi-Ma’ruf Amin

Baca Juga: Pinto Jayanegara Pimpin Rombongan DPRD Provinsi Jambi Kunjungan Kerja Ke Kemendagri

Jadi Capres belum dipikirkan dulu?

Itu masih nantilah, sekarang konsentrasi pada..

Namun jika diberi mandat kader maju?

Pertama ini bukan jika lagi, kan ini sudah ada hasil keputusan di Munas. Kedua saat sekarang penangan covid dan pemulihan ekonomi.

Tapi saya lihat di jalan-jalan banyak poster Pak Airlangga?

Ya itu (banner) maaf lahir dan batin. Hehehe

Bagaimana jika nanti saat pembentukan koalisi, Pak Airlangga ditawarkan posisi cawapres?

Ya kan kita belum ada hal yang harus kita putuskan hari ini. Jadi sekarang hari ini kerja, kerja, kerja (di pemerintah).

Baca Juga: Bamsoet: Orang Tua Jangan Ragu ajak anak-Anaknya Usia 12-17 Tahun Ikut Vaksinasi COVID-19

Pesan Pak Jokowi selama penanganan Covid?

Ya pada saat ini konsentrasi penanganan covid satu, dalam situasi hari ini adalah peningkatan kapasitas rumah sakit. Jadi salah satu yang kita dorong adalah kapasitas dinaikan menjadi 40 persen. Kalau di Jakarta lebih dari itu, karena di Jakarta sudah lebih dari 60 persen. Kemudian yang kedua vaksinasi.

Golkar berperan aktif dalam hal ini?

Nah vaksinasi ini kan ya tentunya Golkar melalui DPR, di komisi mendukung Menkes, terutama ada anggaran berkaitan pemulihan ekonomi nasional. Jadi DPR mendukung langkah-langkah pemerintah. Termasuk dari komisi XI DPR

Ada dorongan yang mendukung Pak Jokowi maju 3 periode, menurut Bapak?

Ya kembali, Partai Golkar paling berpengalaman dalam menata pemerintahan, dan tentu kita belajar dari sejarah, di era Presiden Soekarno dan Soeharto tidak ada batasan (masa jabatan presiden). Bahkan bisa sampai 7 kali, nah tentu (sekarang) ada amanat reformasi. Nah reformasi ini mengubah partai golongan karya jadi Golkar, jadi ini sudah menjadi amanat daripada reformasi.

Baca Juga: HUT Ke-43, AMPI Sulsel Siap Lahirkan Pemimpin Muda di Tahun 2024

Golkar tidak setuju amandemen UUD 1945?

Ya tadi kita dalam situasi yang tidak umum, extraordinary. Maka dari itu kita harus mengambil langkah, yang selalu berbeda terhadap tantangan.

Kemudian tahun depan kita berharap pandemi Covid bisa menurun atau selesai. Sehingga pada presidensi G20 kita bisa mengembalikan G20 sebagai organisasi lagi dan mengembalikan multilateralism pos pandemi covid, kita ketahui sebelum pandemi covid lebih kepada masing-masing menjaga daerah masing-masing.

Perang (dagang) antara China dan Amerika, masing-masing diperkuat. Dengan Covid semua internalisasi negara harus bertahan. Sehingga nanti kita perlu mengembalikan kerja sama regional dan multilateralism sehingga tentu pikiran kita harus dikonsentrasikan dengan itu. {merdeka}

fokus berita : #Airlangga Hartarto,