30 Juni 2021

Aset Milik Pemkot Samarinda, KPK Minta Golkar Kaltim Serahkan Kantor Sekretariat Dengan Suka Rela

Berita Golkar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Sekretariat DPD Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim), di jalan Mulawarman, Samarinda, Rabu (30/6/2021).

Turut hadir Walikota Samarinda Andi Harun dan Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, serta disambut Mursidi Muslim, Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Kaltim.

Kedatangan KPK tersebut agar DPD Partai Gorkar Kaltim segera menyerahkan aset daerah, yang telah dipakai pihaknya yakni Sekretariat DPD Golkar Kaltim tersebut.

Walikota Samarinda Andi Harun menuturkan, bahwa pada hari ini Pemkot Samarinda kedatangan dan rapat bersama KPK terkait monitoring dan tata kelola aset daerah.

Baca Juga: Ingatkan Hati-Hati Soal Amandemen UUD 1945, Idris Laena: Banyak Muatan Politis

Salah satu dari agenda KPK melakukan kunjungan atau melihat secara langsung pada aset Pemkot Samarinda yang selama ini dikuasai oleh Partai Golkar Kaltim.

"Aset tersebut real milik Pemkot Samarinda dengan sertifikat hak yang berdasar menurut hukum. Disamping itu aset tersebut telah menjadi temuan BPK sejak 2013," ungkapnya Rabu (30/6/2021).

Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut, mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim menyampaikan hasil pertemuan yang diantaranya DPD Partai Golkar dihimbau untuk menyerahkan aset tersebut.

"Kita himbau DPD Golkat Kaltim secara suka rela menyerahkan aset tersebut kepada Pemkot Samarinda," tegasnya yang ditemui TribunKaltim.Co di rumahnya.

Baca Juga: Ketua Golkar Kota Padang Iqra Chissa Putra Nikahi Putri Ketiga Ketua Golkar Sumbar Khairunas

Sambungnya, hal itu dilakukan guna menghindari pesoalan hukum di masa yang akan datang, dan di apabila itu dikelola oleh Pemkot Samarinda akan mendatangkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dapat menambah pemasukan PAD dan pada batas tertentu losenya pendapatan yang seharusnya masuk itu patut di kualifikasi sebagai kerugian negara,

Sehingga saya sejalan dengan KPK untuk aset tersebut diserahkan kepada Pemkot Samarinda," imbuhnya. {kaltim.tribunnews}

fokus berita : #Andi Harun