04 Juli 2021

Melki Laka Lena Desak Pemerintah Serius Tangani Tunggakan Klaim RS Swasta

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mendesak pemerintah pusat serius dalam menangani klaim rumah sakit (RS) swasta yang menangani pasien Covid-19. Sebab, masih banyak klaim RS swasta yang tertunggak, belum dibayarkan pemerintah.

“Khusus bagi fasilitas kesehatan nonpemerintah misalnya RS swasta yang membantu pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19 dan non-Covid-19 harus mendapat perhatian serius pemerintah,” kata pria yang akrab disapa Melki kepada Beritasatu.com, Minggu (4/7/2021).

Menurut Melki, pembayaran klaim RS yang menangani pasien Covid-19 harus dipercepat pemerintah agar tidak mengganggu pelayanan RS dalam penanganan Covid-19. Jadi, klaim RS yang sudah memenuhi syarat dan terverifikasi harus segera dibayarkan, tanpa ada penundaan lagi.

Baca Juga: Nyaris Ketinggalan Pesawat, Wamendag Jerry Sambuaga Tetap Sapa dan Singgah Di Rumah Warga Minsel

“Klaim RS yang sudah memenuhi ketentuan dan terverifikasi perlu segera dibayarkan klaim RSnya untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar ini menegaskan pembayaran klaim RS tidak boleh mengalami penundaan terlalu lama. Apabila hal itu terjadi terus menerus, maka tidak bisa memberikan jaminan kepastian bagi manajemen RS tersebut.

“Karena itu, pembayaran klaim RS atau klinik harus dilakukan secara periodik dalam waktu tertentu untuk memberikan jaminan kepastian bagi manajemen fasilitas kesehatan,” kata Melki.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Dukung Menko Luhut Berikan Sanksi Tegas Kepala Daerah Yang Lalai PPKM Darurat

Selanjutnya, Melki menyatakan dana yang dialokasikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di sektor kesehatan, khususnya pembayaran klaim RS harus diutamakan.

“Harus menjadi prioritas utama sehingga tidak mengganggu pelayanan kesehatan bagi pasien Covid dan non-Covid-19,” kata Melki.

“RS swasta perlu mendapat atensi khusus terkait klaim ini, selain RS pemerintah, karena keterbatasan cash flow dapat mengganggu kerja RS,” demikian Melki. {beritasatu}

fokus berita : #Melki Laka Lena