04 Juli 2021

Wagub Josef Nae Soi Minta Para Bupati Inovatif Percepat Vaksin di Seluruh NTT

Berita Golkar - Progres vaksinasi Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur tergolong masih berjalan lambat. Hal tersebut juga diakui oleh Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi.

"Walaupun kita kekurangan vaksin dari pusat tapi vaksin yang ada di NTT ini sangat terlambat disalurkan (vaksinasi)," ujar Wagub Josef Nae Soi kepada POS-KUPANG.COM usai menerima vaksin Corona Sinovac di rumah jabatan Wakil Gubernur NTT, Minggu 4 Juli 2021.

Josef Nae Soi tidak menampik lambanya progres vaksinasi oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan di masing masing kabupaten dan Kota Kupang. Karena itu, mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI tiga periode itu meminta upaya serius pemerintah daerah untuk akselerasi dan percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Fransiskus Ason Minta PPKM Darurat Juga Diberlakukan di Kota Pontianak

"Kepada bupati atau kepala daerah, tolong gerakkan Dinkes supaya masyarakat bisa divaksin lebih cepat. Saya meminta dan menghimbau supaya jangan terlambat vaksin," ujar Josef Nae Soi.

Ia mengatakan, perlu upaya dan inovasi mendekatkan pelayanan vaksin kepada masyarakat jika partisipasi masyarakat untuk vaksin belum memenuhi target dan ekspektasi pemerintah.

Ia juga menyebut, upaya percepatan vaksinasi juga dapat dilakukan dengan pendekatan kepada kelompok kelompok sasaran, yakni kelompok masyarakat berdasarkan ruang pekerjaan, wilayah dan sebagainya.

Selain itu, kepada masyarakat, Josef Nae Soi juga meminta untuk aktif menjangkau lokasi vaksin di daerah. "Ayo Beramai ramailah datang ke rumah sakit dan datang ke tempat vaksin supaya kita segera memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan mencapai heard immunity," ajak dia.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Dukung Menko Luhut Berikan Sanksi Tegas Kepala Daerah Yang Lalai PPKM Darurat

Setelah vaksin, Josef Nae Soi mengaku tidak merasakan sakit saat disuntik oleh petugas vaksinator. Bahkan ia menyebut hal tersebut seperti mengulang pengalaman vaksinasi pada masa kanak kanak. Karenanya ia mengajak masyarakat tidak takut untuk divaksin.

"Jangan takut. Vaksin ini sama seperti vaksin saat kita masing kecil. Aman saja, tadi disuntik tidak merasa sakit," kata dia.

Mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI itu juga mengaku tidak merasakan efek negatif setelah disuntik. "Ini tidak apa apa. Bahkan satu jam setelah suntik, tidak ada efek apa-apa. Ini sangat save, sangat bagus," ujar Wagub Josef Nae Soi.

Baca Juga: Martin Rantan Tidak Berkenan Lagi Jadi Ketua Golkar Ketapang

Progres vaksinasi NTT Masih Rendah

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT, Herlina Salmun menyebutkan program vaksinasi untuk tenaga kesehatan di NTT telah mencapai target. Namun demikian, progres vaksinasi untuk pelayanan publik dan lansia masih rendah.

Salmun menjelaskan, hingga 3 Juli 2021, prosentase vaksin tenaga kesehatan di seluruh NTT mencapai 110 persen untuk vaksin dosis pertama sementara untuk vaksin dosis kedua mencapai 102 persen. Dari 32.221 nakes yang menjadi target vaksin, sebanyak 35.547 orang telah mendapat vaksin pertama dan 32.801 orang nakes mendapatkan vaksin kedua.

Sementara itu, progres vaksin untuk pelayan publik di NTT untuk vaksin dosis pertama mencapai 84 persen. Namun progres vaksin dosis kedua untuk pelayan publik baru berkisar 32 persen. Dari total 402.222 pelayan publik di NTT, sebanyak 337.462 orang telah menerima vaksin dosis pertama, sementara vaksin dosis kedua baru diterima 129.202 orang.

Baca Juga: Golkar NTT Umumkan Nama Bakal Cagub-Cawagub, Frans Sarong: Agar Dikenal dan Dinilai Masyarakat

Demikian pula progres vaksin untuk orang lanjut usia (lansia) di NTT, vaksin dosis pertama baru diterima 8 persen lansia. Sementara vaksin dosis kedua baru diterima 4 persen lansia. Dari Total 405.556 lansia, vaksin pertama baru diterima 33.091 lansia sementara vaksin dosis kedua baru diterima 16.938 lansia.

Bahkan di beberapa kabupaten seperti Flores Timur, Lembata, Malaka, Rote Ndao dan Alor, vaksin dosis kedua bagi lansia bahkan masih 0 persen. {kupang.tribunnews}

fokus berita : #Josef Nae Soi