09 Juli 2021

Hindari Kelangkaan, Bamsoet Minta Pemerintah Tegas Awasi dan Atur Distribusi Obat dan Oksigen

Berita Golkar - Potensi tingginya kelangkaan oksigen ataupun obat-obatan, dengan seiringnya lonjakan permintaan dari masyarakat belakangan ini, mendapat respon dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah mendorong BUMN Farmasi untuk meningkatkan produksinya, guna menutupi kelangkaan yang terjadi.

Di Samping itu, dia juga meminta kepada petugas di lapangan untuk mengawasi dan mengatur pendistribusian obat-obatan ataupun oksigen hususnya bagi fasilitas kesehatan atau rumah sakit.

“Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya spekulan atau penimbun yang memanfaatkan situasi krisis saat ini, serta memberikan tindakan tegas bagi para penimbun barang-barang kesehatan yang tengah dibutuhkan untuk penanganan Covid-19,” Ucapnya dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan Kamis (9/7/2021).

Baca Juga: Akbar Tandjung Siapkan Strategi Menangkan Golkar di Pemilu 2024 Seperti Kejayaan 20 Tahun Lalu

Selain itu, wakil ketua umum Partai Golkar yang kerab disapa Bamsoet itu juga meminta aparat untuk memantau kelangkaan tabung dan pasokan oksigen medis pada saat PPKM Darurat berlaku, baik yang diperdagangkan secara fisik maupun penjualan yang dilakukan di situs daring, guna mencegah terjadinya penipuan ataupun permainan harga.

Dikatakan pula, Pemerintah daerah agar segera membentuk satgas khusus untuk memastikan ketersediaan oksigen, obat dan alat kesehatan guna mencegah terjadinya unsur pelanggaran hukum dalam masalah tabung oksigen atau obat-obatan.

“Petugas bekerjasama dengan aparat keamanan untuk mengingatkan masyarakat khususnya para spekulan agar tidak menimbun dan memanfaatkan situasi serta kepanikan masyarakat saat ini, dengan menyimpan tabung oksigen dan obat-obatan lainnya ditengah banyaknya permintaan,” ujar Bamsoet.

Baca Juga: Gandeng Australia, Menko Airlangga Bertekad Bawa Indonesia Jadi High Income Country

Bamsoet juga mengimbau, agar masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya oknum penimbun tabung oksigen atau obat-obatan terkait Covid-19 serta menjual di atas harga yang ditentukan.

Sementara, terkait Keputusan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga bagi tenaga kesehatan (nakes) menunggu keputusan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bamsoet mengatakan kedua lembaga tersebut harus segera mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga melalui pertimbangan yang matang.

”Hal ini mengingat banyak nakes yang terpapar dan yang gugur dalam upaya penanganan pasien Covid-19 meski telah mendapat dua dosis vaksin, ” Ujar Bamsoet.

Baca Juga: PPKM Darurat di Tangerang, Bupati Ahmed Zaki Keluhkan Keterbatasan Nakes Dan Ketersediaan Vaksin

Ketua umum Ikatan Motor Indonesia ( IMI) juga Meminta pemerintah mendorong ITAGI untuk segera menyampaikan hasil uji klinis atau publikasi dosis ketiga kepada masyarakat, sebagai acuan pemerintah dalam memberikan dosis vaksin tambahan bagi para nakes.

”Pemerintah harus berkomitmen untuk terus berupaya memberikan proteksi/perlindungan maksimal terhadap nakes yang berjibaku di lapangan dalam merawat pasien Covid-19, disamping terus memperhatikan hak-hak nya terpenuhi seperti pemberian insentif tepat waktu, dan pembagian waktu kerja yang efisien.,” Pintanya.

Terakhir dirinya berharap, pemerintah untuk mengevaluasi penanganan Covid-19 di Indonesia secara berkala, mengingat hingga saat ini masih terus bertambahnya nakes yang terkonfirmasi positif seiring lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, meskipun telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. {nusadaily}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet