09 Juli 2021

Gandeng Dinkes Pemkot Bandung, BMK 1957 Jabar Gelar Vaksinasi COVID-19 Untuk Masyarakat

Berita Golkar - Ratusan orang di Kota Bandung menjalani vaksinasi Covid-19 di Sekretariat Barisan Muda (BM) Kosgoro 57 Jabar di Jalan Karawitan Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). BM Kosgoro merupakan organisasi sayap Partai Golkar.

Ketua BM Kosgoro 57 Jabar, Deavy Amukti Palapa menerangkan, dia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemkot Bandung yang menyediakan vaksin. Kemudian, mengundang warga berusia 18 sampai 60 tahun untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

"Banyak aspirasi masyarakat untuk divaksin dengan mudah dan nyaman. Kami meneruskan aspirasi itu ke Dinkes Kota Bandung dan Dinkes Kota Bandung dan akhirnya bisa terlaksana," kata Deavy Amukti Palapa, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, Kamis (8/7/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat di Tangerang, Bupati Ahmed Zaki Keluhkan Keterbatasan Nakes Dan Ketersediaan Vaksin

Antusias warga untuk menjalani vaksinasi Covid-19 sebenarnya tinggi. Namun, banyak warga yang keterbatasan akses untuk menjangkau gelaran vaksinasi. "Kami menjembatani masyarakat yang antusias divaksin dan program pemerintah untuk mempercepat vaksinasi Covid-19," kata dia.

Adapun pada vaksinasi dosis pertama itu, tercatat ada 180 orang lebih yang mendaftar dan bisa divaksin dosis pertama. Vaksinasi Covid-19 ini sendiri bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. "Kami berharap vaksinasi ini bisa mempercepat vaksinasi untuk segera meredakan pandemi Covid-19," katanya.

Salah satu penerima vaksin, Roni Jamanhuri (46) warga Jalan Banteng Kota Bandung mengaku mendapat undangan vaksinasi di Jalan Karawitan. "Sudah lama ingin divaksin tapi bingung harus kemana. Pas ada undangan, saya manfaatkan kesempatan itu untuk daftar dan akhirnya bisa divaksin," kata Roni.

Baca Juga: Kritik Ibas Terkait Failed Nation, Ace Hasan: Tidak Tepat! Semua Pihak Sedang Kerja Keras

Hal senada dikatakan Iman Kamaludin (36), driver ojeg online warga Jalan Lodaya. Dia menantikan bisa divaksin namun baru kali ini bisa terealisasi. "Karena baru tahu sekarang jadi maksain ikutan, buat ikhtiar aja supaya kalaupun kena gejalanya tidak buruk," ucap Iman. {tribun}

fokus berita : #Deavy Amukti Palapa