09 Juli 2021

Eksistensi Golkar Institute, Sentuhan Saintifik dan Legacy Airlangga Untuk Partai

Berita Golkar - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, kehadiran Golkar Institute menjadi salah satu cara Partai Golkar menjawab tantangan zaman, termasuk menjadi bagian dari penerapan politik modern.

Golkar Institute terbentuk ketika partai beringin dinakhodai Airlangga Hartarto sebagai ketua umum. Azra -sapaan akrab Dedi Kurnia Syah- menegaskan kehadiran Golkar Institute sekaligus menandai kesadaran saintifik Airlangga Hartarto di internal partai.

“Golkar Institute menandai kesadaran saintifik Airlangga Hartarto. Ia menyadari jika sebagai ketua umum harus meninggalkan legacy, dan upaya ini sangat baik,” kata Azra kepada media, Jumat (9/7).

Baca Juga: Kader Golkar Milenial Ini Puji Aksi Demokrat Ringankan Beban Masyarakat DKI Yang Isolasi Mandiri

Azra menilai, kehadiran Golkar Institute yang membawa banyak efek akan menjadikan Airlangga sebagai tokoh politik paling berjasa di internal partai beringin.

Pasalnya, kata Azra, lelaki kelahiran Surabaya, Jawa Timur, yang juga masih keturunan Trah Mangkunegara VI itu berjasa menghubungkan kebijakan politik dengan dasar intelektual.

“Saya rasa ini hal positif yang belum dimiliki banyak partai di Indonesia. Dengan pendekatan saintifik, Golkar saya pikir mampu bergerak sesuai kebutuhan masyarakat. Ini karena menggunakan data-data ilmiah,” ungkap Azra.

Baca Juga: Mimpi Jadi Nyata, Taufan Pawe Gembira Institut Teknologi BJ Habibie Segera Beroperasi di Parepare

Sebagai contoh, pada hajatan Pilkada 2020 Airlangga membuat kebijakan dengan pendekatan saintifik, sehingga Golkar berhasil menjadi partai pemenang pesta demokrasi. Partai beringin mampu mengantongi kemenangan lebih dari 61 persen.

Menurut Azra, pola baru yang digunakan Golkar menegaskan posisi Airlangga sebagai tokoh politik yang mau dan bisa berpikir maju dan rasional.

“Meskipun bisa saja tidak populer, tetapi substansinya Airlangga menjadi tokoh dengan kualitas berbeda dari para ketua umum partai politik lainnya,” kata Azra.

Ke depan, melalui Golkar Institute, Azra optimistis Golkar menjadi partai paling siap dan paling banyak miliki kader berkualitas, sehingga dalam kontestasi partai beringin tidak akan kesulitan mengusung kadernya sendiri di berbagai level pemilihan. {jurnas}

fokus berita : #Dedi Kurnia Syah #Airlangga Hartarto