10 Juli 2021

Era Disrupsi Teknologi, Agus gumiwang Minta Kader Muda Golkar Pahami Konsep Making Indonesia 4.0

Berita Golkar - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita meminta kader-kader muda Partai Golkar memahami konsep Making Indonesia 4.0. Sebab Indonesia memasuki era disrupsi teknologi.

"Karena ini (Making Indonesia 4.0) programnya Ketua Umum (Airlangga Hartarto) kita, yang diluncurkan oleh Ketua Umum kita pada saat beliau menjabat Menteri Perindustrian dan saya masih Menteri Sosial,” ujar Agus saat menyampaikan materi berjudul Disrupsi Teknologi pada program Executive Education Program For Young Political Leaders, angkatan ke-2, Jumat (9/7/2021).

Agus yang saat ini menjabat Menteri Perindustrian menerangkan, disrupsi sendiri berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru. Disrupsi juga menggantikan teknologi lama yang serba fisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat.

Baca Juga: Hindari Kelangkaan, Bamsoet Minta Pemerintah Tegas Awasi dan Atur Distribusi Obat dan Oksigen

Di era ini, banyak kemudahan yang dimiliki manusia baik di sektor kesehatan, pendidikan, perdagangan dan lainnya. “Disrupsi tidak hanya merubah bisnis, tetapi fundamental bisnis,” katanya.

Dia menyontohkan saat ini semua dapat membuat janji dengan dokter dengan mudah melalui banyak aplikasi dokter yang dapat diunduh di tempat-tempat atau aplikasi.

"Anda dapat langsung membuat janji temu dalam satu dua sentuhan jari atau tangan. Anda bahkan bisa konsultasi secara daring mendapatkan resep obat dari dokter dengan mudah, bahkan menebus resep tersebut secara online tanpa pergi ke apotek,” jelas Agus mencontohkan kemudahan di sektor kesehatan.

Di bidang pendidikan, pendidikan terutama profesi di masa lalu tidak dapat diakses oleh semua orang dengan mudah. Harus mendaftarkan ke lembaga pendidikan yang terpercaya lalu mengikuti serangkaian kursus yang panjang yang belum tentu bisa digunakan di lapangan.

Baca Juga: Soroti Wacana Menhub Perketat Syarat Perjalanan, Muhammad Fauzi: Jangan Sampai Perkeruh Suasana

Namun dengan bantuan teknologi sekarang sudah tersedia berbagai aplikasi pelatihan online. Yang bahkan juga dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan program seperti program kartu pra kerja.

"Ini yang dijalankan oleh Ketua Umum kita, Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian. Anda dapat mengikuti pelatihan, kapan pun dan di mana pun. Proses pendaftarannya juga sangat mudah,” kata Agus.

Agus menyebut tujuh sektor yang menjadi prioritas pemerintah, elektronik, farmasi, automotif, kimia, makanan dan minuman, tekstil dan busana, serta alat kesehatan. Pria yang akrab disapa AGK ini yakin jika masyarakat mendukung Making Indonesia 4.0, maka perekonomian Indonesia akan cepat pulih.

Baca Juga: Apresiasi Golkar Institute, Pakar Komunikasi Politik: Upaya Modernisasi Partai Politik

“Kalau kita konsisten kita mendorong implementasi Making Indonesia 4.0 di segala bidang khususnya di industri manufaktur di mana industri nanti akan bisa memproduksi produk-produk yang memiliki daya saing tinggi, maka Insya Allah perekonomian nasional akan baik”, lanjut AGK.

Agus juga mengapresiasi pendidikan pemimpin muda yang digelar Golkar Institute ini. Ia optimis pendidikan seperti ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang inovatif. “Saya percaya dalam waktu dekat akan menjadi pimpinan-pimpinan baik di daerah maupun tempat yang lain,” katanya.

Para kader muda Golkar juga mendapat ilmu dari Manajer Hubungan Pemerintah untuk Asia Pasifik Facebook, Noudhy Valdryno soal pentingnya media sosial bagi politisi dalam kampanye politik. Kepada kader-kader muda Partai Golkar, ia mengatakan bahwa banyak pengguna medsos seperti Facebook belum mengoptimalkan fitur-fitur layanan aplikasi Facebook.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Upaya Pemerintah Siapkan Rusun dan Asrama Haji Jadi Tempat Isoman Pasien COVID-19

Padahal, jumlah pengguna Facebook sangat banyak dan dalam satu hari ada 1 miliar konten yang masuk di Facebook. Valdryno mengatakan ada banyak pula strategi untuk membuat konten di medsos agar semakin menarik.

Ia memaparkan bahwa konten di medsos telah mengalami banyak perubahan yang begitu cepat. Awal-awal kemunculan medsos, pengguna kerap memposting dan berbagi cerita dalam bentuk teks dan narasi yang cukup panjang.

Kini, konten tersebut mulai ditinggalkan karena dinilai kurang efektif. Pengguna medsos kini lebih memilih untuk mengisi konten dengan foto dan video yang menarik. Karenanya, pengguna medsos harus adaptif terhadap perubahan. “Sesuiakan dengan era yang ada saat ini”, ujar Valdryno.

Baca Juga: Cegah COVID-19, Yellow Clinic Golkar Jateng Gelar Vaksinasi Untuk Masyarakat Umum

Valdryno menyebut bahwa pengguna medsos yang didominasi generasi muda perlu menentukan objek yang akan diposting pada halaman beranda. Ia juga menyebut bahwa para politisi jika ada konten tidak perlu menunda waktu untuk membagikannya di medsos.

Namun, ia juga mengingatkan agar politisi pengguna medsos mengelola dan konsisten dalam bermedsos. “Beranda selalu mengutamakan akun yang konsisten posting. Satu kali sehari cukup. Jangan sampai satu hari posting (banyak) tapi setelah itu sebulan lagi baru posting. Kalau mau sukses di media sosial bagaimana kita konsisten posting,” jelasnya.

Valdryno mengakui bahwa medsos juga menjadi tempat menyampaikan kritik. Oleh karena itu, politisi yang memiliki akun medsos harus siap terhadap kritik tersebut karena disitu terjadi interaksi antara dua pihak (politisi dan konstitute). “Kalau komentar kritik substansial mohon dibalas”, demikian mintanya. {akurat}

fokus berita : #Agus Gumiwang Kartasasmita