11 Juli 2021

Tak Direstui Taufan Pawe, Fahruddin Rangga Mundur Sebelum Musda Golkar Takalar Digelar

Berita Golkar - Anggota DPRD Sulsel Fahruddin Rangga memutuskan mundur pencalonan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Takalar. Ia tidak mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon ketua.

Artinya, adik kandung mantan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin itu batal masuk ke arena Musda X Golkar Takalar melawan Zulkarnain Arif. Rangga mengaku mundur pencalonan karena tidak mendapat restu Taufan Pawe.

Rangga telah bermohon rekomendasi diskresi ke Taufan Pawe sejak Kamis (8/7/2021). Namun hingga Minggu (11/7/2021) hari ini, Rangga mengaku tidak mendapat restu Taufan Pawe. Steering Commmite telah menutup jadwal pengembalian formulir pendaftaran pada pukul 16:00 Wita Minggu (11/7/2021) sore tadi.

Baca Juga: Targetkan Usman Marham 10 Kursi DPRD Pinrang, Taufan Pawe Siap Turun Gunung

"Saya sudah mengambil sikap tidak mengembalikan formulir karena diskresi tidak saya dapatkan. Saya tidak dapat penuhi salah satu syarat yakni domisili, kalau ada calon lain mau labrak aturan itu silakan," kata Rangga saat dihubungi Tribun Timur Minggu (11/7/2021).

Rangga mengatakan anggota DPRD Sulsel diwajibkan berdomisili di ibukota provinsi, yaitu Kota Makassar. Sementara syarat pencalonan dalam Juklat Nomor 2 Tahun 2020 Partai Golkar mengharuskan calon berdomisili di wilayah kabupaten kota Golkar, dalam hal ini Kabupaten Takalar.

Rangga mengaku telah bermohon rekomendasi diskresi kepada DPD I Partai Golkar Sulsel sejak Kamis (8/7/2021). Akan tetapi, kata Rangga, tahapan jadwal pendaftaran yang disusun panitia tidak memberi banyak ruang bagi kandidat mengajukan diskresi kepada DPP.

Baca Juga: Airlangga Berlakukan PPKM Darurat di 15 Daerah di Luar Jawa-Bali, Ini Daftarnya

"Sebagai kader harus patuh, tanpa izin dan petunjuk dari Pak Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe saya tidak mungkin saya melangkah jauh," kata Rangga.

Rangga mengatakan, pengabdian di Partai Golkar tidak mesti harus jadi Ketua DPD II. Baginya pengabdian bisa di mana saja.

Sebagai kader tulen, Rangga mengaku sudah 30 tahun mengabdi, mulai dikader dari organisai sayap kemudian masuk ke partai. Ia mengaku bukan orang baru kemarin masuk Parrtai Golkar. Apalagi kutu loncat.

"Partai ini kami sangat jaga dari tangan orang-orang yang akan merusak citra dan marwah partai yang amat saya cintai," kata Rangga.

Baca Juga: Eksistensi Golkar Institute, Sentuhan Saintifik dan Legacy Airlangga Untuk Partai

Rangga berharap calon ketua yang terpilih dan dipilih tanpa meninggalkan goresan cacat. Apalagi melanggar aturan organisasi.

Sementara itu Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Marzuki Wadeng mengatakan pihaknya sudah menerima surat permohonan diskresi dari Fahruddin Rangga sejak Kamis (8/7/2021) lalu. Marzuki mengatakan DPD I belum mengeluarkan rekomendasi kepada DPP karena masih mengkaji usulan diskresi itu.

"Kita masih mempelajari sembali berkonsultasi dengan Pak Rangga. Apa kita teruskan atau tidak," kata Marzuki saat dihubungi Tribun Timur, Minggu (11/7/2021).

Baca Juga: Tolak Gedung DPR Jadi RS COVID-19, Dave Laksono: Tak Bisa Main tunjuk, Banyak Syarat Harus Dipenuhi

Sementara itu Sekretaris SC Natsir Jama mengatakan hanya ada satu pelamar mengembalikan formulir pendaftaran, yaitu Zulkarnain Arif. Sesuai tahapan, kata Natsir, SC telah menutup jadwal pengembalian formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD II Golkar Takalar.

Tahapan selanjutnya adalah penyerahan dukungan 12 Juli 2021 esok. Kemudian dilanjutkan verifikasi berkas 13 Juli 2021, laporan hasil pendaftaran ke DPD I 13-14 Juli 2021. Musda X Partai Golkar Takalar rencananya akan digelar pada Sabtu 17 Juli 2021 mendatang. {tribun}

fokus berita : #Fahruddin Rangga #Taufan Pawe