12 Juli 2021

Gandeng Krisdayanti dan Tsamara Amany, Dyah Roro Esti Bahas Peran Politik Perempuan Saat Pandemi

Berita Golkar - Merespon Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan sejumlah daerah di Indonesia, legislator muda Golkar Dyah Roro Esti memanfaatkan waktunya dengan berdiskusi memanfaatkan teknologi.

Roro Esti mengadakan talkshow 'Roro Talks' dengan tema 'Woman in Politics' melalui fitur Live Instagram bersama politikus perempuan lainnya. Dalam talkshow ini, Roro Esti mengundang Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP Krisdayanti, dan politikus muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas.

"Roro Talks merupakan sebuah platform diskusi yang diinisiasi dengan tujuan untuk berbagi ilmu, membahas topik-topik yang berkaitan erat dengan The Sustainable Development Goals (SDGs), isu sustainability secara keseluruhan, hingga kepemudaan.

Baca Juga: Ratusan Masyarakat Ikut Serbuan Vaksinasi COVID-19 Oleh Golkar Cilacap di RS PMC Sampang

 

Sebuah inisiatif yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi di parlemen dengan mengikutsertakan masyarakat umum di dalam diskusi-diskusi tersebut," ujar Roro Esti, kepada wartawan, Senin (12/7/2021).

Dalam kesempatan ini, anggota Komisi VII DPR RI itu menjelaskan bahwa keterwakilan perempuan di parlemen di harapkan memenuhi kuota 30% sesuai dengan yang tertera pada UU Pemilu Nomor 12 Th 2004.

Namun, pada periode 2019-2024 per Januari 2021 terdapat 123 jumlah perempuan di DPR RI, yakni mencakup 21,39% hingga masih tergolong di bawah target. Roro Esti berpendapat bahwa terdapat beberapa keunggulan dengan keberadaan perempuan di parlemen.

Baca Juga: Melki Laka Lena Dorong Pendampingan Psikologis Untuk Pasien COVID-19 Dan Keluarganya

Salah satu diantaranya adalah kecenderungan para perempuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, hingga merumuskan kebijakan yang sifatnya long term yang langsung berdampak pada para generasi penerus bangsa.

Misalnya seperti yang saat ini dibahas di Komisi VII dengan adanya pembahasan RUU EBT, dengan harapan dapat ikut serta dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

“Ada tiga poin, pertama, perempuan punya kecenderungan untuk mendorong equal rights, kedua, perempuan mempunyai kecenderungan mendorong kebijakan yang bersifat long term. Dan yang terakhir, perempuan mempunyai kecenderungan menggunakan hati dan memiliki sensitifitas untuk memperjuangkan dan menjalankan tugasnya," kata Roro Esti.

Baca Juga: Era Disrupsi Teknologi, Agus gumiwang Minta Kader Muda Golkar Pahami Konsep Making Indonesia 4.0

Krisdayanti dan Tsamara pun menyampaikan persepsinya masing-masing mengenai kiprah perempuan di dunia politik dan isu-isu yang melingkupinya. KD, sapaan akrab Krisdayanti, menjelaskan bahwa karirnya di dunia politik diawali dengan niatan yang besar untuk membangun bangsa.

“Ya ini berkah yang luar biasa, kesempatan yang luar biasa dan ga semua punya kesempatan ini. Jadi kalo kita bawa politik ini untuk sesuatu kebaikan walaupun dari sudut pandang yang berbeda A bilang ini B bilang itu tapi tujuannya semuanya untuk kebaikan bangsa kita kenapa enggak? Kita bergerak bergotong royong InshaAllah kita akan bisa mencapai sebuah kebaikkan untuk bangsa kita," ucap Krisdayanti.

Sebagai seorang public figure yang dikenal oleh masyarakat, KD melihat ini sebagai kesempatan untuk memulai kiprahnya di dunia politik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, sesuai lingkupnya di Komisi IX yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan dan kependudukan.

Baca Juga: Elita Budiarti Tegaskan Kader Golkar Subang Harga Mati Dukung Airlangga di Pilpres 2024

KD pun menjelaskan upaya yang dilakukan dalam mem-balance kehidupannya sebagai politisi, penyanyi, ibu kepada anak-anaknya dan istri kepada suaminya, mengingat bahwa sejatinya seorang perempuan memiliki multiple peran yang tidak kalah pentingnya satu sama lain.

Adapun Tsamara, yang sejak di usia belia sudah memiliki ketertarikan di bidang politik mengungkap arti menjadi politikus. “Menjadi politisi itu artinya gampangnya satu tanda tangan atau satu statement atau satu dorongan politis itu sangat efektif gitu dibanding dengan gerakan-gerakan diluar politik, ada efektifitasnya tetapi tidak sefektif politik," kata Tsamara.

Namun meski begitu, Ketua DPP PSI ini tidak memungkiri bahwa partai politik juga tidak luput dari adanya kekurangan. Sehingga, mereka yang terjun di dunia politik harus berkompromi antara realita dengan idealisme mereka agar mampu menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Bantu Penanganan COVID-19, Melki Laka Lena Minta Surat Izin Praktik Dokter Dipermudah

Tsamara juga berbagi harapannya kepada para politisi di parlemen agar dapat memperjuangkan RUU PKS yang sangat marak dibahas dan dinantikan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, ketiga tokoh perempuan politik ini berharap, bahwa kesetaraan gender dalam politik di Indonesia dapat perlahan membaik dan menjadi jalan kesejahteraan bagi perempuan pada khususnya, dan kemakmuran bangsa Indonesia pada umumnya. {tribunnews}

fokus berita : #Dyah Roro Esti #Krisdayanti #Tsamara Amany