14 Juli 2021

Kenapa Golkar Masih Bimbang Tunjuk Yansen Tinal Jadi Wagub Papua Gantikan Kakaknya?

Berita Golkar - Partai Politik Koalisi Lukas-Klemen (Lukmen) Jilid II masih belum menentukan dua calon sosok Wakil Gubernur (wagub) pengganti almarhun Klemen Tinal. Golkar Papua berharap parpol koalisi beri kesempatan kepada kadernya untuk bertarung dalam merebut kursi wagub disisa dua tahun terakhir kepemimpinan Lukas Enembe.

Fernando Yansen Tinal, yang dianggap politisi Golkar sejati sekaligus adik kandung dari mantan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, saat ini menahkodai DPD Golkar Papua sebagai Ketua Pelaksana Harian. Dirinya menyadari, harapan yang telah disampaikan keluarga maupun pengurus Golkar Papua bisa dihargai oleh 7 parpol koalisi pendukung Lukmen Jilid II.

“Memang semua ada mekanismenya. Kami menghormati itu dan menyerahkan semua kepada koalisi, namun secara pribadi, keluarga dan unsur partai berharap bisa diberi kesempatan agar jabatan tersebut diisi oleh kader Golkar untuk meneruskan dan melanjutkan cita-cita Pak Gubernur Lukas Enembe dan almarhum Klemen Tinal,” ujar Fernando Tinal, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Optimis Gelaran PON XX 2021 Di Papua Berjalan Aman dan Lancar

Menurut Fernand, Dewan Pengurus Golkar Papua masih menunggu penunjukan secara resmi Dewan Pengurus Pusat. Namun DPP Golkar sangat berharap yang pastinya yang menduduki jabatan kursi wagub adalah politisi atau kader sejati di partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Belum ada penunjukkan resmi, tapi DPP sendiri berharap ada kader Golkar Papua yang bisa diandalkan untuk dapat mengisi jabatan itu,” jelasnya. Baca juga: Diskresi Pilih Kasih Dinilai Bakal Lemahkan Soliditas Kader Golkar

Melihat dari sisi figur atau tokoh Golkar di Papua, saat ini partai berlambang pohon beringin mengalami krisis figur yang bisa mempertahankan dan menyeimbangi elektabilitas di daerah, khususnya Papua.“Untuk itu, kita tunggu saja waktunya, ketika telah ada pengumuman dari DPP, dan tentunya kita menyesuaikan dengan dinamika yang ada dalam tim koalisi sendiri,” jelas Yansen Tinal.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Karanganyar Desak Pemerintah dan DPR Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Sementara itu, usai melakukan silahturahmi dan melanjutkan pertemuan dengan parpol koalisi, Demokrat Papua sebagai partai pemenang Pilgub Papua periode 2018-2023 secara terang-terangan menyodorkan 6 nama kader yang dianggap berkopenten untuk merebut kursi wagub.

Ada 5 nama yang saat ini menjadi kepala daerah di Papua, sedangkan 1 nama menduduki Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua.

"Dari Demokrat ada 6 nama, 5 yang saat ini menjabat bupati, yang kita ajukan ke gubernur, diantaranya adalah Ricky Ham Pagawak, Usman G Wanimbo, Tony Tesar, Natalis Tabuni, Yeremias Bisai, dan Yunus Wonda wakil ketua DPR Papua," ujar Boy Dawir selaku Sekertaris DPD Demokrat Dapua, usai melakukan rapat internal.

Baca Juga: Meski PPKM Darurat, Menko Airlangga Tetap Optimis Ekonomi RI Tumbuh 7 Persen

Selain itu, 7 Parpol pendukung, yakni PAN Dan HANURA, masing-masing kedua ketua partainya Abok Busup dan Kenius Kogoya sudah diberikan mandat partainya untuk keduanya bertarung merebut jabatan Wakil Gubernur Papua. Baca juga: Parpol di Jabar Mulai Ambil Bagian Gelar Vaksinasi Massal, Peserta Membludak

Sekedar diketahui, Koalisi Papua Bangkit Lukmen Jilid II diusung dari 9 partai politik masing-masing, Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PKPI, PAN, PPP, PKB dan PKS. {daerah.sindonews}

fokus berita : #Yansen Tinal