15 Juli 2021

Max Richard Krey Minta Gubernur Lukas Enembe Tunjuk Kader Golkar Jadi Wagub Papua

Berita Golkar - DPD Golkar Papua berharap Gubernur Papua Lukas Enembe akan kembali menunjuk kader partai pohon beringin menjadi pendampingnya mengingat wagub sebelumnya berasal dari Golkar.

Sejauh ini baru ada dua nama yang diantarkan ke DPRD Papua untuk dipilih sebagai cawagub pengganti Klemen Tinal. Salah satunya Fernando Yansen Tinal yang merupakan adik kandung Klemen Tinal.

“Harapan kami, hanya minta ke gubernur dan teman-teman koalisi mau menerima Partai Golkar kembali artinya nama yang nanti diusulkan Golkar menjadi salah satu calon yang akan dibawa ke DPRD Papua," kata Wakil Ketua Golkar Papua, Max Richard Krey, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Positif Terpapar COVID-19

Max mengakui hingga kini partainya belum menentukan nama calon wakil gubernur (cawagub) ke Koalisi Papua Bangkit Jilid II untuk mendampingi tugas Gubernur Lukas Enembe.

Menurut Max, belum diajukannya nama cawagub karena masih menunggu keputusan DPP Golkar soal siapa yang pantas mendampingi Gubernur Lukas Eenembe.

“Kita belum lakukan rapat pleno internal dalam menentukan nama yang akan diusulkan, kami berharap dalam pekan ini kita sudah mendapatkan kandidat yang akan kita sampaikan kepada koalisi,” ujar Max.

Menyangkut keinginan Golkar sebagaimana yang dimaksudkan tersebut, lanjut Max memang belum secara langsung disampaikan kepada Gubernur maupun koalisi.

Baca Juga: Kenapa Golkar Masih Bimbang Tunjuk Yansen Tinal Jadi Wagub Papua Gantikan Kakaknya?

Dalam setiap rapat yang dibahas dalam koalisi masih terbatas pada usulan nama-nama dari masing-masing partai pendukung koalisi Papua Bangkit Jilid II.

“Jadi memang sampai saat belum ada penentuan siapa dua calon ini, dan ini yang masih digodok. Namun kami tetap berharap jatah satu nama itu diberikan kepada Golkar,” kata Max.

Bahkan saat ini Koalisi tengah melakukan koordinasi dengan biro hukum Pemprov Papua, Uncen termasuk pakar-pakar hukum agar mendapatkan bobot yang pas, dalam hal penentuan dua nama tersebut. “Tujuannya juga agar kedepannya hasil keputusan koalisi ini tidak berbenturan dengan hukum,” katanya.

Baca Juga: Soal Pelajar SMPN Kota Jambi Terkapar Usai Divaksin, Pinto Jayanegara: Belum Sempat Diobservasi

Max Krey juga meluruskan kembali bahwa hingga saat ini DPD Golkar belum menggelar pleno internal untuk penentuan nama yang akan di usulkan, termasuk rekomendasi DPP soal nama yang akan diusulkan.

Sehingga jika ada kader ataupun pengurus Golkar yang menyebutkan nama kandidat, menurut Max itu merupakan tanggapan secara pribadi, sebab masih menunggu DPP secara resmi mengeluarkan nama untuk direkomendasikan. {papua.inews}

fokus berita : #Max Richard Krey #Lukas Enembe