16 Juli 2021

Kasus COVID-19 Dunia Meningkat, Meutya Hafid Minta Seluruh KBRI Siaga

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperhatikan kesehatan dan keselamatan WNI yang tinggal di luar negeri. Hal itu mengacu pada data badan Kesehatan dunia (WHO) tentang peningkatan kasus Covid-19 di berbagai dunia, seperti dikutip Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Mengutip data WHO, Retno menyebutkan, dalam 4 minggu terakhir dunia menghadapi kenaikan kasus Covid-19 secara terus-menerus di hampir semua kawasan.

Menlu juga mengungkapkan, hingga minggu lalu misalnya, kasus dunia naik 12 persen, kawasan ASEAN naik 37,4 persen. Selain itu, beberapa negara di kawasan Eropa naik ratusan persen, bahkan terdapat negara yang mengalami kenaikan 510 persen.

Baca Juga: Dave Laksono: Jubir Presiden Pengganti Fadjroel Jangan Suka Bikin Pernyataan Membingungkan

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyampaikan hal senada. Menurut Tedros, bukan hanya kasus Corona yang melonjak, namun kasus kematian akibat Covid-19 juga meningkat dalam seminggu terakhir secara global.

Padahal, sebelumnya kasus kematian sempat menurun selama 10 minggu. Data Worldmeters menunjukkan, tanggal 15 Juli jumlah kematian akibat Covid-19 di seluurh dunia mencapai 4.073.749 orang.

Meutya berharap Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dapat memberi perhatian penuh terhadap kondisi WNI di berbagai belahan dunia di saat pandemi yang terus meningkat.

Baca Juga: Gandeng Dinkes Banjarmasin, AMPG dan KPPG Kalsel Gelar Vaksinasi COVID-19 Untuk 350 Orang

Kemlu perlu memastikan WNI yang ada di luar negeri juga dapat memperoleh akses kepada vaksin. Untuk itu, Kemlu bisa memaksimalkan fungsi Kedubes maupun Konjen guna mendata WNI yang sudah dan belum mendapat vaksin.

“Vaksin sangat penting bagi WNI di luar negeri agar mereka bisa lebih fokus dalam belajar maupun bekerja. Apalagi jumlah WNI yang menjadi penyumbang devisa jumlahnya sangat banyak,” ujar Meutya

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar tersebut, Kemlu juga harus memberi perhatian lebih terhadap WNI yang tinggal di negara dengan angka kasus Covid-19 yang sangat tinggi seperti Brazil (57.664 kasus harian), Inggris (42.302 kasus), India (41.854 kasus), Amerika Serikat (35.445 kasus), dan Spanyol (26.390 kasus). Sebab, tidak sedikit WNI yang tinggal di kelima negara tersebut.

Baca Juga: Mengenang Almarhum Bobby Suhardiman, Bamsoet: SOKSI Kehilangan Kader Terbaiknya

“Di negara tersebut, kemungkinan WNI terpapar virus tentu lebih besar dibandigkan di negara lain. Yang jelas, berapapun jumlah WNI yang ada di negara-negara tersebut, merupakan kewajiban bagi negara untuk melindungi mereka sebagai bentuk kehadiran negara. Para Duta Besar perlu diminta untuk siaga penuh menghadapi trend lonjakan Covid dunia,” ujar Meutya. {tribunnews}

fokus berita : #Meutya Hafid