23 Juli 2021

Bobby Rizaldi Dukung Pemerintah Larang Masuk TKA Ke Indonesia Selama PPKM Darurat

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi mendukung langkah Pemerintah melalui Permenkumham dengan melarang masuk bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Aturan tersebut tertuang dalam Permenkumham 27/2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia dalam Masa PPKM Darurat. Bobby begitu ia disapa mengatakan, seharusnya aturan itu diberlakukan sejak awal pandemi Covid-19.

"Sudah betul itu, harusnya dari sejak awal. Semua hal yg berkaitan dengan pemutusan sebaran Covid-19 domestik sudah dilakukan, termasuk yang terbaik seperti vaksinasi, pembatasan mobilitas, bansos dan penguatan jaring-jaring sosial lain, tapi malah ada varian-varian baru yang jelas asalnya dari luar negeri, bukan mutasi lokal," kata bobby kepada Teropongsenayan,Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Walikota Samarinda Andi Harun Minta Rudy Mas’ud Segera Kosongkan Sekretariat Golkar Kaltim

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa salah satu protokol yang belum dilakukan pemerintah adalah pembatasan akses masuknya WNA ke Indonesia dan protokol karantina mesti harus lebih ketat lagi dengan pantauan penegak hukum. Dia juga mengganggap corona varian baru itu banyak berasal dari luar negeri.

"Jadi sudah jelas satu-satunya protokol yang belum dilakukan adalah pembatasan akses masuk dari luar negeri. Protokol karantina sudah mulai dari lima hari sampai lebih, malah banyak ditemukan varian yang teridentifikasi dari luar negeri," ujarnya.

Bobby mengganggap kebijakan pemerintah pembatasan akses masuknya WNA ke Indonesia sudah benar dan yang perlu di tingkatkan adalah penerapan dan penegakkan hukumnya, karena masih ada celah perjalanan esensial.

Baca Juga: Tokoh Golkar Bolmong Raya Hanafi Tomy Sako Meninggal, Golkar Sulut Berduka

Selanjutnya, kata dia, penegakan hukum di lapangan terhadap 5 klasifikasi WNA yang masih diperbolehkan masuk ini, yang tetap ada celah, karena Indonesia mungkin terlalu ramah. Menurut dia, kebijakan pemerintah ini perlu dievaluasi kembali walaupun sudah terlambat.

"Mulai dari perlunya peninjauan kebijakan bebas visa, sampai pembatasan akses ini, walau terlambat, lebih baik daripada nggak, udah jelas negara asal varian baru ini terdeteksi dari bulan Februari, ya semoga ini bisa mendukung penurunan kasus baru," kata Bobby

"Iya, atau prokesnya lebih ketat, karantina lebih lama misalnya, dan tes PCR lebih sekali. Kebijakannya perlu bukan di generalisir, antara negara/WNA asal yang beresiko tinggi dan menengah atau biasa. Ya PPKM aja ada level pedesnya, pintu masuk WNA harusnya bukan satu level dong," tutupnya. {teropongsenayan}

fokus berita : #Bobby Rizaldi