27 Juli 2021

Sindir Demokrasi Langsung, Bamsoet: Demokrasi Jangan NPWP, Nomor Piro Wani Piro

Berita Golkar - Generasi milenial khususnya mahasiswa, diminta mengkaji sistem demokrasi Indonesia saat ini. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, perlu ditelaah kembali apakah sistem demokrasi langsung lebih banyak manfaatnya atau justru banyak mudaratnya.

Menurutnya, mahasiswa harus berani membuat kajian serta mengevaluasi sistem demokrasi langsung saat ini. “Sistem pemilihan langsung dalam pemilihan pimpinan daerah, pusat ataupun legislatif sangat rentan dengan money politic dan biaya tinggi. Kalau kita pertahankan bukan tidak mungkin demokrasi kita hanya begantung pada angka, bukan lagi memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujar Bamsoet, Senin (26/7).

Ia menilai, sistem demokrasi langsung yang dianut oleh bangsa Indonesia sangat berpotensi menggiring orang untuk terjerat dalam tindak korupsi. Tidak aneh bila kemudian banyak kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi.

Baca Juga: Jokowi Perpanjang PPKM Level 4, Melki Laka Lena: Bukti Komitmen Pemerintah Utamakan Kesehatan

“KPK juga melakukan kajian bahwa pemilihan langung itu daya rusaknya luar biasa atas sistem ini. Tidak sedikit kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi karena saat pemilihan mereka mengeluarkan biaya yang sangat tinggi,” kata Bamsoet.

Politisi Golkar ini menambahkan, tidak menutup kemungkinan hasil kajian para mahasiswa menyimpulkan perlunya perubahan sistem demokrasi di Indonesia. Terpenting, perubahan yang terjadi harus membawa sistem demokrasi Indonesia lebih baik kedepannya.

“Kita semua tentu tidak ingin sistem demokrasi Indonesia kedepan terus berdasarkan NPWP, nomor piro wani piro. Karena itu, kita perlu merefleksi kembali pelaksanaan sistem demokrasi Indonesia,” pungkas Bamsoet. {fin}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet