31 Juli 2021

Data Terpadu Kemensos Masih Banyak Error, Ace Hasan: Penyelewengan Bansos Masih Terbuka

Berita Golkar - Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dinilai masih belum baik. Akibatnya, penyelewengan bantuan sosial (bansos) berpotensi tetap terjadi."Ini (

DTKS) selalu menjadi masalah serius karena masih banyak ditemukan inklusion dan eksklusion eror," kata Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily dalam diskusi virtual, Sabtu, 31 Juli 2021.

Inklusion eror adalah orang yang tak masuk kategori penerima justru mendapat bantuan. Sedangkan eksklusion eror adalah orang yang berhak namun tidak dapat bantuan.

Baca Juga: Sesalkan Pemotongan Bansos di Tangerang, Ace Hasan: Usut Tuntas! Tempuh Langkah Hukum

Ketua DPP Partai Golkar itu menyebut tak mudah bagi Kementerian Sosial memperbaiki DTKS. Pasalnya, pembenahan tak sepenuhnya berada di tangan pusat.

Berdasarkan perundang-undangan, pembenahan DTKS dilakukan bersama pemerintah di daerah. Proses verifikasi dimulai di tingkat desa, dinas sosial setiap kabupaten/kota, kemudian pusat.

"Nah problemnya kerap kali data yang diinput itu kerap masih menemukan ketika turun kembali kepada masyarakat itu kembali menggunakan data yang lama. ini kasus yang sering kami temukan," ungkap dia.

Baca Juga: Tingkatkan Elektabilitas, Pengamat Unsoed Sarankan Airlangga Gandeng Kepala Daerah di Pilpres 2024

Permasalahan data juga sering dimanfaatkan aparat terkait untuk melakukan pungli. Tak jarang, mereka meminta imbalan.

"Beberapa oknum selalu bilang kami yang mendata bahwa Anda (penerima) tidak akan mendapat bansos. Karena itu maka anda harus kasih dong kepada kami. Kasus seperti itu kerap kali ditemukan dalam proses penyaluran bansos," ujar dia. {medcom}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily