02 Agustus 2021

Prank Hibah Dana COVID-19 Rp.2 Triliun, Dodi Reza: Sejak Awal Meragukan dan Di Luar Nalar

Berita Golkar - Kasus sumbangan Rp 2 Triliun dqri keluarga almarhum Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumsel, sempat membuat heboh masyarakat dimana gaungnya bukan hanya di Sumsel namun sampai ke nasional.

Skeptisme tentang sumbangan Rp 2 triliun yang dijanjikan oleh keluarga almarhum Akidi Tio ini, sebenarnya sudah muncul sejak perkara ini menyeruak.

Selain karena nilainya fantastis, keluarga Akidi Tio juga tak banyak dikenal oleh orang di Palembang Sumatera Selatan. Hanya saja janji sumbangan ini tampak resmi karena orang yang berjanji menyumbang melibatkan nama-nama orang terkenal di Sumsel.

Baca Juga: Pilpres 2024 Bakal Seru, Airlangga Dan Prabowo Sama-Sama Punya Kekuatan Besar dan Kader Militan

Namun, kini sudah terjawab sudah jika sumbangan itu hanya bohong belaka alias prank, sebab hingga saat ini uang itu tidak ada meski secara simbolis sudah diserahkan secara simbolis anak Akidi Tio Heriyanti kepasa Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Senin (26/7/2021) lalu, dan turut hadir Gubernur Sumsel Herman Deru.

Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel sekaligus Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Dr Dodi Reza Alex mengaku sejak awal sudah ragu atas sumbangan tersebut, dan akhirnya terbukti. "Kan, aku sudah bilang dari awal (bohong)," kata Dodi Reza, Senin (3/8/2021).

Diungkapkan mantan anggota DPR RI ini, jika ada banyak pertanyaan akan sumbangan Rp 2 triliun tersebut dalam penanganan Covid-19 di Sumsel, mengingat jumlahnya yang fantastis.

"Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab di kepala saya terkait hal tersebut, sedari awal sejak acara itu digelar. Agak utopia dan di luar nalar," tandasnya.

Baca Juga: Lukai Perasaan Rakyat, HIMA Kosgoro 1957 Desak Pengadaan Laptop Triliunan Rupiah Ditinjau Ulang

Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro Sik, Msi angkat bicara soal sumbangan Rp 2 Triliun yang akan diberikan keluarga Akidi Tio yang ternyata fiktif. Untuk itu anak bungsu dari Akidi Tio yaitu Heriyanti sudah diamankan Polda Sumsel.

Menurut Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro, ini kejahatan kedua yang dilakukan tersangka Heriyanti. Ketika ditanya yang pertama apa? Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro mengatakan nanti akan diinformasikan lebih lanjut.

"Untuk motif masih dalam pemeriksaan. Penyidik sedang menguji motif tersangka Heriyanti," kata Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro saat konferensi press di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (2/8/2021).

Baca Juga: Dave Laksono Salurkan Sembako dan Alat Olahraga di Indramayu dan Oksigen Untuk RS di Cirebon

Lebih lanjut ia mengatakan, Prof H (Hardi Darmawan) juga sudah diperiksa. Penyidik sedang menguji motif termasuk akan dikenakan Undang Undang No 1 tahun 1966 pasal 15 dan 16 dan akan dikenakan sanksi cukup berat diatas 10 tahun.

Ratno menjelaskan, sejak awal mendapat bantuan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri sudah membentuk dua tim khusus. Tim pertama yakni untuk menyelidiki kebenaran akan asal usul komitmen yang diberikan.

Sementara tim kedua, yakni tim yang dibuat agar jangan sampai terjadi polemik atau pro kontra karena jumlahnya sangat fantastis Rp 2 Triliun.

"Kita laksanakan upaya penegakan hukum adanya polemik terkait sumbangan Covid-19 yang diberikan ke Kapolda Sumsel. Jadi memang sejak awal Kapolda sudah bentuk dua tim ini," jelasnya.

Baca Juga: Duh! Golkar Diminta Legowo Serahkan Kursi Wagub Papua Ke Partai Lain

Menurutnya, mohon bersabar mengenai kelanjutan hasil penyelidikan ini. Dalam tahapan pemeriksaan dan penyelidikan selama ini menggunakan data IT, outsource intelegent, dan sebagainya. "Tersangka ini sudah lama kita selidiki, dan ini adalah kali kedua tersangka melakukan tindakan seperti ini," katanya.

Ratno pun meminta dukungan dari Gubernur Sumsel serta forkopimda lain juga masyarakat dan media atas upaya Polri untuk mengusut tuntas hal ini.

Sebelumnya, kasus sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio (alm) untuk penanganan Covid-19 di Sumsel, membuat heboh masyarakat. Gaungnya bukan hanya di Palembang, namun sampai ke ibu kota.

Besarnya nilai sumbangan sempat membuat sejumlah pengusaha nasional berdecak kagum. Namun ada juga sebagian yang merasa janggal dan curiga, dari mana asal uang sebanyak itu.

Baca Juga: Minta Gubernur Khofifah Patuhi Tatanan Hukum, Freddy Poernomo: Segera Tunjuk Pj Sekdaprov Jatim

Sepekan setelah pemberian secara simbolis sumbangan, uang yang dijanjikan tak kunjung cair. Anak bungsu Akidi Tio bernama Heryanti akhirnya diamankan Polda Sumsel, Senin (2/8/2021), pagi.

Seremoni pemberian bantuan diserahkan langsung kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Senin (26/7/2021). Turut hadir pada acara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru.

Rudi Sutadi, suami Heriyanti yang merupakan anak bungsu Akidi Tio saat itu mengatakan, uang dengan nilai fantastis tersebut adalah wasiat ayah mertuanya (Akidi Tio) untuk diberikan kepada orang-orang membutuhkan.

Baca Juga: Ace Hasan Nilai Pungli Dalam Bansos Sebab Kebiasaan Beri Uang Terima Kasih Karena Dibantu

"Bukan dari sumbangan anak-anaknya. Tapi itu memang uangnya bapak yang diamanahkan ke kami," kata Rudi saat dihubungi tribunsumsel.com melalui sambungan telepon, Rabu (28/7/2021).

Uang sebesar Rp.2 triliun tersebut dianggap ketujuh anak Akidi Tio sebagai amanah yang bila tidak disalurkan dapat menjadi karma. "Jadi ya kami salurkan uang itu sebagaimana wasiat bapak semasa hidup. Takutnya nanti jadi karma kalau tidak disalurkan," ujarnya.

Janji sumbangan ini ternyata tak terealisasi hingga hari ini. Bahkan belakangan muncul info yang beredar bahwa Heriyanti si anak bungsu Almarhum Akidi Tio yang juga perwakilan dalam menyumbang uang itu, punya utang sebesar Rp 3 miliar.

Baca Juga: Terima Hibah Konsentrator Oksigen, PPK Kosgoro 1957 Distribusikan Ke Sejumlah RS

Saat mendapatkan info tentang utang tersebut, Tribun sebelumnya melakukan penelusuran dan mewawancarai dr Siti Mirza Nuriah SpOG yang merupakan orang dekat dari Heriyanti. Kabarnya juga Heriyanti berutang pada sang dokter.

Dikatakannya, dana sebesar Rp.2 triliun yang disumbangkan keluarga mendiang Akidi Tio akan cair pada Senin (2/7/2021). "Senin cair. Tapi kan kita tidak tahu. Kan kita berencana, Tuhan yang menentukan. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Tapi memang bisa saya katakan, senin cair," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/7/2021) malam. {sumsel.tribunnews}

fokus berita : #Dodi Reza