02 Agustus 2021

Menpora Zainudin Amali Bangga Greysia/Apriyani Mampu Rebut Emas dan Cetak Sejarah Olimpiade

Berita Golkar - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku sangat bangga atas torehan medali emas yang didapatkan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade 2020 Tokyo.

Terlebih, pencapaian medali emas di sektor ganda putri merupakan yang perdana sejak bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade pada 1992 silam.

“Saya merasa bersyukur atas pencapaian ganda putri bulutangkis Indonesia di Olimpiade Tokyo dengan torehan medali emas yang merupakan pertama dalam sejarah keikutsertaan kita di Olimpiade,” kata Menpora kepada Tribunnews, Senin (2/8/2021).

Baca Juga: Bupati Afrizal Sintong Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Rokan Hilir

“Yang saya senang itu mereka bermain lepas tanpa beban, mungkin karena sejak awal mereka tidak diunggulkan jadi tekanannya berkurang. Berbeda dengan lawannya dari China yang sudah diunggulkan sejak awal pasti memikul beban berat,” sambung Menpora.

Lebih lanjut, politikus Golkar tersebut kembali menceritakan bagaimana dirinya menyemangati Greysia/Apriyani usai laga semifinal lalu. Saat itu, Menpora yang paham betul dengan mental atlet Indonesia tak memberikan target menang di laga final ini kepada Greysia/Apriyani.

Ia hanya berpesan agar Greysia/Apriyani bermain enjoy dan tak usah memikirkan target apa pun. Seperti diketahui, di cabor bulutangkis ini sektor ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon merupakan sektor yang ditargetkan bisa mendulang emas.

Baca Juga: Terima Hibah Konsentrator Oksigen, PPK Kosgoro 1957 Distribusikan Ke Sejumlah RS

Akan tetapi, pasangan nomor satu dunia itu justru tersingkir pada babak delapan besar. Adanya beban medali emas pun sempat dikatakan mempengaruhi permainan mereka.

“Di olimpiade ini atmosfernya pasti berbeda dengan kejuaraan dunia (single event) lainnya, tekanannya lebih berat. Hari sabtu kemarin saya sempat berbincang dengan Greysia lewat video call,” kata Menpora.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih atas pencapaiannya sudah sampai di babak final. Saya sampaikan juga sebagai Menpora tidak membebani target apapun setelah ini, yang penting main lepas dan saya ajak dia banyak bercanda untuk membuat dia rileks,” sambungnya.

Baca Juga: Bupati Afrizal Sintong Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Rokan Hilir

Menurut Menpora, cara dirinya yang tak mematok target kepada para atlet merupakan langkah yang tepat sehingga atlet bisa fokus ke permainannya dan tak memikirkan target yang justru bisa mengganggu fokus. Terlebih saat mereka menjalani laga penentu seperti final.

“Berbeda halnya saat melepas mereka tentu saya harus membakar semangat kontingen, tapi saat sudah mau menghadapi babak final hal tersebut saya tidak lakukan lagi karena saya tidak tidak ingin pemberian semangat itu malah kontra produktif dan bahkan menjadi beban mereka,” kata Amali.

“Saya sangat menyadari itu. Alhamdulillah cara itu tepat dan kita bisa lihat penampilan mereka yang tanpa beban tapi tetap fokus mengumpulkan poin demi poin. Selamat para Srikandi olahraga Indonesia,” katanya. {tribunnews}

fokus berita : #Zainudin Amali