04 Agustus 2021

Pasang Badan Bela Proyek Pengecatan Pesawat Kepresidenan, Zulfikar Arse Sadikin: Kenapa Diributkan?

Berita Golkar - Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar Zulfikar Arse Sadikin membela pemerintah terkait proyek pengecatan pesawat kepresidenan yang memakan biaya hingga Rp2 miliar.

Menurut Zulfikar, hal tersebut tak perlu menjadi polemik, karena sudah menjadi bagian dari pekerjaan rutin dan pemeliharaan. Apalagi, jika anggaran yang dipakai tidak mengganggu anggaran penanganan Covid-19.

"Kalau itu bagian dari pekerjaan rutin, pemeliharaan berkala, sudah dianggarkan sesuai kondisi, dan dilakukan menurut jadwal atas pertimbangan teknis, serta tidak mengganggu alokasi anggaran yang lain, kenapa dipersoalkan dan diributkan?" kata Zulfikar saat dihubungi, Rabu (4/8).

Baca Juga: Bamsoet Desak Kemenkeu Segera Cairkan Insentif Para Tenaga Kesehatan COVID-19

Tidak hanya itu, menurut Zulfikar, pengubahan warna menjadi merah putih ini bertepatan dengan bulan peringatan kemerdekaan Indonesia. Menurut dia, hal itu semakin menegaskan bahwa pesawat itu memang benar-benar pesawat kepresidenan.

"Karena merah putih warna bendera negara dan presiden adalah kepala negara, sehingga sudah sangat pas bila cat pesawat kepresidenan berwarna merah putih," tuturnya.

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi juga mempertanyakan pihak-pihak yang mengkritik rencana tersebut. Ia menilai rencana pengecatan ulang pesawat presiden sebetulnya tak perlu dibesar-besarkan.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Batang Bagikan 1.500 Paket Sembako Untuk Warga Terdampak PPKM

"Kan sudah dianggarkan di APBN dan sudah disetujui. Karena sudah masuk masa service. Toh tidak semua anggaran di-refocussing untuk penanganan Covid. Anggaran untuk obyek vital tetap ada," ungkap pria yang akrab disapa Awiek itu.

Awiek juga mengatakan proyek pengecatan pesawat presiden itu sudah sesuai prosedur. Ia lalu meminta agar publik tidak lagi membesar-besarkan masalah ini. "Sudah sesuai, enggak perlu dibesar-besarkan, apalagi dikaitkan dengan warna. Sebaiknya debat yang produktif aja," tuturnya.

Sebelumnya, pengecatan ulang pesawat kepresidenan menuai kritik. Kondisi cat pesawat dinilai masih bagus, sehingga perubahan warna pesawat dari warna biru-putih menjadi merah-putih dianggap sebagai pemborosan, karena biaya pengecatan ulang pesawat terbilang tinggi hingga Rp2,1 miliar.

Baca Juga: Jika Hak Royalti Tak Dipersulit, Bamsoet Yakin Tak Ada Musisi Hidup Susah Di Hari Tua

Pakar penerbangan Alvin Lie membeberkan kegiatan pengecatan ulang pesawat kepresidenan. Ia mengunggah foto pesawat kepresidenan dengan warna merah putih.

Alvin menyinggung soal pemborosan uang di tengah pandemi. Menurutnya, pengecatan ulang pesawat bisa menelan biaya miliaran rupiah dan bentuk foya-foya.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membenarkan tentang pengecatan ulang pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2 itu. Namun ia membantah pengecatan itu sebagai bentuk foya-foya.

Baca Juga: PP AMPG Bagikan 200 Paket Makanan Siap Saji Selama Seminggu Kepada Masyarakat DKI Jakarta

"Pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019 serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara. Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN," kata Heru dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8).

Heru menyampaikan pengecatan pesawat kepresidenan sudah direncanakan dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2020. Namun, kegiatan itu tak bisa langsung dilakukan karena pesawat itu belum memasuki waktu perawatan rutin. {cnnindonesia}

fokus berita : #Zulfikar Arse Sadikin