06 Agustus 2021

Elektabilitas Airlangga Masih Sangat Rendah, Firman Soebagyo: Dulu Elektabilitas Jokowi-JK Juga Rendah

Berita Golkar - Lembaga Indostrategic merilis hasil surveinya dan menyatakan elektabilitas Airlangga Hartarto rendah. Namun, Golkar tak mau ambil pusing soal hasil survei itu.

"Surveinya kan begini, siapa yang melakukan survei dan untuk siapa. Ya kita dengarkan, kita jadikan pertimbangan tapi kita harus meyakini pada diri kita sendiri. Semua kan begitu," ujar Ketua Bidang Penghubung Antarlembaga Politik DPP Partai Golkar Firman Soebagyo, saat dihubungi Jumat (6/8/2021).

1. Firman sebut saat pemilu dulu elektabilitas Jokowi dan Jusuf Kalla juga rendah

Dia menjelaskan, elektabilitas Presiden Joko "Jokowi" Widodo rendah saat pemilu lalu. Namun nyatanya, Jokowi terpilih menjadi presiden. Firman lalu mencontohkan elektabilitas Jusuf Kalla yang dulu juga rendah. Namun Jusuf Kalla juga bisa menjadi wakil presiden. "Semua begitu, dulu Pak Jusuf Kalla juga begitu, gak dikenal pada waktu nyapres," ucapnya.

Baca Juga: Uskup Agung Kota Medan: Golkar Dewasa Dalam Berpolitik, Akan Jadi Partai Nomor Satu

2. Ini cara Golkar meningkatkan elektabilitas Airlangga

Lebih lanjut, Firman mengatakan, sosialisasi untuk mengenalkan Menteri Koordinator Bidang Perekonoman Airlangga ke publik terus dilakukan. Selain dengan pemasangan baliho, juga dengan mengenalkan prestasi Airlangga.

"Kan sudah banyak pengalaman dia, kebijakan ekonominya yang sekarang mulai, BPS sudah menunjukkan bahwa prediksi Pak Airlangga (pertumbuhan ekonomi) 7 persen mengalami kenaikan, itu terbukti. Ini kan suatu prestasi luar biasa di masa pandemik. Ini yang harus disosialisasikan kepada masyarakat," kata dia.

Firman mengatakan, kader partai terus bekerja untuk meningkatkan popularitas Airlangga. Sebab, kata politisi Golkar ini, peningkatan elektabilitas merupakan sebuah proses.

Baca Juga: Sebut Biaya Pengecatan Pesawat Kepresidenan Masih Rasional, Bobby Rizaldi: Tak Perlu Dibaperin!

Strategi pun menurutnya bisa dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas atau dukungan untuk Airlangga. Dia tidak merinci soal strategi itu. Firman hanya mencotohkan strategi Jokowi saat pemilu lalu.

"Jokowi kemarin kan begitu juga. Yang kedua milih Pak Ustaz (Ma'ruf Amin) karena Pak Ustaz punya dukungan dari umat muslim yang punya tantangan berat di DKI, kan begitu. Itu namanya strategi, kan," tutupnya.

3. Capres dengan tingkat elektabilitas tertinggi dan terendah, Prabowo dan Anies juara

Lembaga Indostrategic merilis hasil survei, di antaranya elektabilitas calon presiden pada Pilpres 2024. Dari deretan nama, muncul beberapa nama capres perempuan antara lain Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa, dan Puan Maharani.

Baca Juga: Cek Endra Targetkan Tantowi Raih 10 Kursi DPRD Sarolangun di Pileg 2024

Namun, elektabilitas mereka masih di urutan bawah dibanding deretan capres dari kelompok laki-laki. Tingkat elektabilitas tertinggi masih ditempati Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Survei bertema Mengukur Elektabilitas Capres Potensial, Partai Politik dan Aspirasi Perubahan Sistem Pemilu 2024 itu dilakukan pada 23 Maret hingga 1 Juni 2021. Survei dilakukan dengan metodologi Multistage Random Sampling atau sistem acak, yang melibatkan 2.400 responden dengan margin of error atau tingkat kesalahan 2 persen.

Dari deretan capres yang muncul, tingkat elektabilitas tertinggi diduduki Prabowo Subianto 17,5 persen, Anies Baswedan 17,0 persen, Ganjar Pronowo 8,1 persen, Ridwan Kamil 7,0 persen, Sandiaga Uno 7,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 6,4 persen.

Baca Juga: Sarmuji Ingatkan Gubernur Khofifah Segera Isi Kekosongan Jabatan Definitif OPD Pemprov Jatim

Sementara, deretan capres dengan tingkat elektabilitas terendah ditempati Zulkifli Hasan 0,2 persen, Moeldoko 0,3 persen, Tito Karnavian 0,3 persen, Sri Mulyani 0,4 persen, Airlangga Hartarto 0,5 persen, Muhaimin Iskandar 0,5 persen, Surya Paloh 0,6 persen, Puan Maharani 0,6 persen dan Ahmad Syaikhu 0,6 persen.

Sedangkan Erick Thohir dan sederet nama berada di posisi tengah dengan elektabilitas 1,0 persen, Khofifah 1,8 persen, Gatot Nurmantyo 1,8 persen, dan Risma 4,1 persen. Dalam survei ini, koresponden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 15,4 persen, yang menjawab rahasia 6,8 persen, dan lainnya 2,4 persen. {idntimes}

fokus berita : #Firman Soebagyo